Minggu, 31 Juli 2011

Confessions [ Movie - 2010]




Confessions / Kokuhaku (告白)
Director: Tetsuya Nakashima
Writers: Kanae Minato (based on the novel), Tetsuya Nakashima (screenplay)
Editor: Yoshiyuki Koike
Genre: Drama
Running time: 106 min


Cast
* Takako Matsu - Yuko Moriguchi
* Masaki Okada - Yoshiteru Terada
* Yoshino Kimura - Naoki's mother
* Yukito Nishii - Shuya Watanabe
* Kaoru Fujiwara - Naoki Shimomura
* Ai Hashimoto - Mizuki Kitahara


Sekarang aku mau ngebahas film jepang yang menurutku keren abis. Aku memang bukan penggemar film jepang, cuma karena di film ini ada matsu takako, aktris jepang favoritku, jadi aku tontonlah film ini, dan ternyata hasilnya lebih dari yang aku bayangkan. Bisa dibilang ini film thriller terbagus dan terkeren yang pernah aku tonton selama ini. Film ini berhasil mainin emosiku waktu nonton dan ngebuat aku ternganga berkali-kali ketika menontonnya, karena hampir di tiap menitnya selalu aja ada kejutan-kejutan yang bener-bener ga bisa ketebak. Kalo aku boleh ngasih nilai aku bakal ngasih nilai 100, perfect, exelent, awesome, amazing, dan kalo bisa nambah nilai aku bakal ngasih nilai lebih dari 100 dan 4 jempolku semua buat film ini. Hehehe... lebai ga sih?! Menurutku ngga tuh, kalian yang udah nonton bakal tau sehebat apa film ini.

Di menit-menit awal film kita mungkin akan merasa bahwa adegan itu agak membosankan karena adegannya cuma dalam kelas dimana sang guru berbicara tanpa ada satu murid pun yang mendengarkan guru itu. Awalnya sang guru yang bernama Miss Moriguchi membagikan susu kotak untuk siswa siswi kelas itu lalu mulai menjelaskan manfaat dari susu itu bagi pertumbuhan remaja.

Tapi coba kita sabar menonton film ini dan memperhatikan setiap perkataan yang diucapkan oleh guru itu. Semakin lama semakin menarik. Begitu juga dengan perhatian para murid di kelas itu, satu per satu mulai memperhatikan ucapan sang guru. Kita seolah ikut merasakan apa yang dirasakan murid-murid tersebut.

Mulai dari membicarakan manfaat susu, kemudian beralih ke topik permasalahan remaja yang sering bohong dan guru itu mengatakan tidak akan mempercayai perkataan murid-muridnya walaupun sampai ada yang mengancam ingin bunuh, mulai darisinilah perhatian murid-murid mulai beralih pada sang guru, lalu pembicaraan sang guru beralih mengenai kehidupannya sebagai single mother.

Moruguchi mempunyai seorang anak berusia 4 tahun hasil dari hubungannya dengan seorang pria yang terjangkit AIDS. Untuk itulah ia tidak menikah dengan pria itu dan memilih merawat anak itu sendirian. Ia sering membawa anak itu ke sekolah tempat ia mengajar. Namun suatu hari anaknya ditemukan terapung di kolam renang dengan sudah tidak bernyawa lagi. Polisi mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah kecelakaan karena tergelincir ke kolam renang.

Namun Moruguchi tahu itu bukan karena kecelakaan melainkan ada unsur kesengajaan dalam kematian anak satu-satunya itu. Moruguchi mengatakan pada murid-murid di kelas itu bahwa anaknya itu mati terbunuh dan pelakunya ada di kelas ini. Mendengar hal itu tentu saja murid-murid dalam kelas itu terkejut.

Pelakunya ada dua orang. Sebut saja si A dan si B. Si A adalah seorang murid yang jenius. Ia sering menciptakan alat-alat canggih dan menjadikan hewan-hewan liar sebagai alat percobaannya. Saat itu ia sedang menciptakan alat anti copet. Dan untuk yang ini ia tidak bisa menggunakan hewan sebagai percobaan. Untuk itu ia mengajak B untuk mencarikan kira-kira siapa yang cocok untuk dijadikan bahan percobaan. Lantas saja B mengusulkan anak Moriguchi sebagai bahan percobaan karena ia sering terlihat sendirian di dekat kolam renang. Akhirnya mereka berdua melancarkan rencananya. Hasilnya Manami, anak Moriguchi pingsan seketika, lalu si A pergi begitu saja. Tinggalah si B dan Manami yang tengah pingsan. Karena mengira telah mati dan takut dicurigai, akhirnya si B membuang tubuh Manami ke kolam renang.

Mendengar cerita tersebut, tentu saja murid-murid di kelas itu tahu siapa sebenernya A dan B itu. Moriguchi ingin melaporkan kejahatan yang dilakukan 2 anak itu pada polisi. Namun hukum di jepang itu bagi pelaku kriminal di bawah 14 tahun, hanya akan dianggap sebagai kenakalan remaja dan diberikan bimbingan konseling. Moriguchi tidak ingin kedua anak itu dihukum semudah itu. Pernah ia sempat berpikir agar kedua anak itu mati saja. Namun tetap saja itu terlalu mudah bagu mereka. Ia ingin agar kedua anak itu menderita pada setiap detik hidupnya karena perbuatan dosanya itu. Untuk itulah ia berkata bahwa ia telah mencampurkan sedikit darah dari darah suaminya yang terkena AIDS ke dalam susu kedua anak itu yang kini telah diminum habis.

Itulah semua ungkapan perasaan Moruguchi di depan kelas pada hari terakhir ia mengajar di sekolah itu.

Namun itu semua baru permulaan. Cerita sesungguhnya baru dimulai setelah itu. Ketika Moruguchi sudah tidak mengajar lagi dan digantikan oleh guru baru. Dampak yang diterima oleh kedua anak tersebut sepeninggal Moriguchi sangat berpengaruh sekali.

Si B, sejak saat itu tidak pernah masuk sekolah. Ia terus menerus tinggal mengurung diri di kamar dan tidak mengijinkan siapapun untuk memasuki kamarnya. Bahkan ibunya sendiri. Tidak hanya itu, ia tidak mengijinkan ibunya menyentuh barang yang habis disentuhnya. Setiap benda yang ia pakai, akan ia cuci sendiri sampai sebersih bersihnya. Ia sendiri tidak pernah membersihkan dirinya. Tingkah lakunya sudah seperti orang gila.

Lain halnya dengan si A. Ia tetap datang ke sekolah. Hanya saja kini ia jadi bulan-bulanan teman-teman sekelasnya. Ia dikerjai habis-habisan. Bahkan ada yang iseng untuk menambahkan poin pada setiap siswa yang udah ngerjain si A. Semakin sering ngerjain, semakin bertambah poinnya. Dan mereka semua bersaing untuk mendapatkan poin yang banyak. Kebayang dong gimana parahnya si A dibuli.

Tapi aksi balas dendam Moruguchi tidak hanya sampai situ. Walau kini ia sudah tidak mengajar di sekolah itu, ia tetap bisa balas dendam dengan caranya sendiri. Bahkan ia mengatur semuanya dengan sangat detail. Membuat penderitaan anak itu sampai pada puncaknya. Agar dapat membuat anak itu menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Agar mereka merasakan bagaimana sakitnya ditinggal oleh orang yang kita cintai.

Di film ini juga kita bisa tahu dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang moriguchi, si A, si B, Ibu si B, dan Mizuki. Mizuki adalah salah satu murid di kelas itu. Jadi kita bisa merasakan perasaan setiap tokoh di film ini.

Cuma sayangnya, ada satu yang aku ga suka di film ini. Di film ini terkesan bahwa nyawa manusia itu seakan tidak ada artinya. Mereka dengan mudahnya tanpa pikir panjang menghilangkan nyawa seseorang. Di sini seakan-akan nyawa itu adalah sebuah mainan.

Tapi justru itu juga sekaligus merupakan hikmah yang bisa diambil dari film ini. Bahwa sesungguhnya nyawa atau hidup manusia itu sungguh berarti. Di sini juga ditunjukkan sedalam apa kasih sayang seorang ibu pada anaknya, begitu juga sebaliknya. Lihat saja dengan yang dilakukan oleh Moriguchi. Ia melakukan itu semata-mata karena kasih sayang nya terhadap anak satu-satunya. Ia tidak menerima bahwa nyawa anaknya yang sangat berarti baginya dapat dijadikan sebuah mainan atau kelinci percobaan bagi orang lain. Ga hanya itu. Hikmah lain yang bisa diambil dari film ini adalah bahwa setiap perbuatan buruk pasti ada balasannya. Kita harus siap menanggung semua akibat dan konsekuensi dari setiap perbuatan kita. Setuju?









    City Hunter (Drama - 2011)


    * Title: 시티헌터 / City Hunter
    * Genre: Romance
    * Episodes: 20
    * Broadcast network: SBS
    * Broadcast period: 2011-May-25 to 2011-Jul
    * Air time: Wednesday & Thursday 21:55


    CAST

    * Lee Min Ho as Lee Yoon Sung
    * Park Min Young as Kim Na Na
    * Lee Joon Hyuk as Kim Young Jo
    * Hwang Sun Hee as Jin Soo Hee
    * Goo Ha Ra (구하라) as Choi Da Hye


    Semua berawal dari kejadian pada tahun 1983 di Aung San, Thailand. Saat itu ada 21 anggota pasukan khusus yang ditugaskan untuk suatu misi rahasia. Misi itu sangat penting bagi negara korea selatan dan jika berhasil mereka bisa menjadi pahlawan yang sangat berjasa bagi korea.

    Pada malam di saat para prajurit itu berhasil melaksanakan tugasnya dan mereka harus kembali ke kapal yang telah menunggunya di Sungai Nampon, mereka malah ditembaki satu persatu hingga tak bersisa oleh orang dari utusan negaranya sendiri. Dengan kata lain mereka telah dikhianati oleh negaranya sendiri yang mengutusnya untuk tugas tersebut.

    Namun salah satu dari 21 prajurit itu ternyata masih hidup. Ia adalah Lee Jin Pyo. Lee Jin Pyo melihat sendiri dengan matanya teman-teman seperjuangannya mati satu persatu, terutama adalah Park Moo Yeol, sahabatnya. Ia dapat bertahan hidup karena saat itu Moo Yeol lah yang menyelamatkannya.

    Untuk itu, Lee Jin Pyo berniat untuk membalas dendam pada negaranya. Terutama pada 5 orang petinggi korea yang terlibat langsung dalam rencana penembakan tersebut. Namun tentu saja ia tidak bisa balas dendam seorang diri, ia harus merencanakannya dengan matang dalam waktu yang lama. Selain itu ia juga menculik anak dari seorang wanita bernama Lee Kyung Hee, istri Moo Yeol, untuk menjadikannya alat untuk melancarkan balas dendamnya.

    Anak yang Lee Jin Pyo culik dan ia besarkan di Thailand ia beri nama Puchai. Puchai dibesarkan dengan didikan yang sangat keras. Dari kecil ia sudah dilatih dengan berbagai macam ilmu beladiri, ia juga belajar memanah, menembak, berkuda, dll. Puchai sendiri tidak mengerti mengapa ayahnya mendidiknya seperti itu.

    Sampai pada suatu hari, Lee Jin Pyo menceritakan suatu kebenaran bahwa sebenarnya ia bukanlah ayah kandungnya. Ayah Puchai yang sebenernya telah mati tertembak oleh orang dari negaranya sendiri. Ia kembali menceritakan kejadian pada tahun 1983 itu. Mendengar itu semua, Puchai pun akhirnya setuju untuk melaksanakan balas dendam itu. Untuk itu ia belajar lebih giat untuk memersiapkan segalanya. Seperti belajar bahasa inggris (dan mungkin bahasa lain juga), belajar mengenai ilmu ekonomi, politik, dll, belajar mengenai teknologi, jaringan, dll. Pokoknya hasil dari belajarnya itu dapat membuat ia menjadi orang yang serba bisa dan ahli dalam berbagai hal.

    Tibalah waktunya untuk mulai melancarkan semua aksi balas dendam yang telah direncanakan. Puchai kembali ke korea selatan dengan identitas baru sebagai Lee Yun Song keturunan Korea-Amerika yang berhasil meraih gelar doktornya di amerika. Lee Yun Song bekerja di Blue House. Blue House itu semacam perusahaan atau lembaga yang berhubungan langsung dengan president terutama masalah keamanan. Yun Song bekerja di bagian Comunication System yang menangani seputar jaringan atau system (pokoknya yang berhubungan dengan IT deh, aku sendiri kurang bisa ngedeskripsiin kerjaannya).

    Sebelum ke korea, Lee Jin Pyo memberikan pesan pada Yun Song yang harus ia ingat, yaitu Yun Song tidak boleh jatuh cinta atau percaya pada siapapun karena kalau identitas aslinya diketahui, itu akan berbahaya bagi dirinya. 

    Namun siapa yang menyangka bahwa ia akan jatuh cinta pada Kim Na Na,  rekan kerjanya yang bekerja di bagian Security Guard. Security Guard ini kerjaannya adalah bodyguard yang menjaga President dan keluarganya.

    Cara balas dendam yang dilakukan Lee Yun Song adalah dengan mencari tahu dan menyelidiki kebusukan yang dilakukan oleh kelima orang petinggi korea tersebut. Orang-orang tersebut hampir semuanya melakukan korupsi. Lee Yun Song mencoba mencari bukti-bukti korupsi tersebut dan membeberkannya pada masyarakan luas lalu menangkap orang itu dan dibawanya ke kantor prosecutor untuk diadli. Semua ia lakukan dengan diam-diam. Jadi tidak ada seorang pun yang tahu identitas orang yang menangkap para koruptor itu. Untuk itulah masyarakat menyebutnya dengan sebutan "City Hunter".

    Namun cara Lee Yun Song tersebut ternyata tidak sesusai dengan apa yang direncanakan oleh Lee Jin Pyo. Jin Pyo ingin agar orang-orang tersebut mati. Bukan malah diserahkan ke kantor kejaksaan. Untuk itu Lee Jin Pyo pun akhirnya datang ke korea dan memilih untuk membalas dendam dengan tangannya sendiri.

    Lee Yon Sung berpendapat bahwa ia tidak setuju dengan  balas dendam dengan cara nyawa dibalas nyawa. Karena orang-orang itu masih punya keluarga dan kerabat. Ia tidak ingin bahwa nantinya keluarganya tersebut ingin balas dendam juga seperti dirinya.  Lee Yun Song merasa bahwa hukuman yang diberikan publik sudah cukup layak bagi mereka. Belum lagi rasa malu yang harus mereka tanggung seumur hidup, itu pun sudah hukuman yang cukup berat bagi mereka.

    Tapi pendapat itu tentu saja ditentang abis oleh Lee Jin Pyo. Karena Lee Jin Pyo melihat sendiri dengan matanya teman-temannya mati satu per satu dan ia ingin mereka juga mereasakan seperti yang dirasakan teman-temannya.

    Karena mereka berdua mempunyai pandangan yang berbeda mengenai cara balas dendam yang mereka lakukan, akhirnya mereka sepakat akan melakukannya dengan cara masing-masing. Siapa yang berhasil menangkap orang-orang tersebut lebih dulu, maka dialah yang berhak menentukan hukuman untuk orang itu. Misalnya jika Lee Yun Song yang dapat menangkapnya lebih dulu maka ia berhak mengirim orang itu ke kantor prosecutor, dan jika Lee Jin Pyo yang menemukannya lebih dulu, maka ia berhak membunuhnya.

    Mulai dari sini lah persaingan antara ayah dan anak berlangsung. Selain harus berhadapan dengan ayahnya, Lee Yun Song juga harus lihai menghindari Prosecutor Kim Yong Ju yang mulai mencurigainya sebagai City Hunter. Belum lagi ia juga harus berhadapan dengan Kim Na Na, gadis yang ia cintai yang ditugaskan menjadi bodyguard orang yang harus ia tangkap. Tidak hanya itu, Kim Na Na pun pernah beberapa kali hampir terbunuh karena hubungannya dengan Lee Yun Song.

    Lebih seru lagi ketika Lee Yun Song bertemu dengan ibu kandungnya. Dan perlahan-lahan masa lalu orang tua Yun Song mulai terungkap. Menjelang episode-episode akhir akan ada banyak kejutan yang benar-benar ga terduga.

    Adegan yang paling aku suka di City Hunter sebenernya adalah adegan yang terdapat di episode terakhir menjelang adegan terakhir. Aku ga bisa nyeritain adegan itu dengan detail karena takut spoiler. Di adegan itu terlihat jelas hubungan kasih sayang yang dalem banget antara ayah dan anak. Di adegan itu ada Lee Yung Song, Lee Jin Pyo, Kim Na Na, dan orang yang menjadi target terakhir balas dendam mereka berkumpul dalam satu ruangan dengan saling menodongkan senjata. Di situ Lee Yun Song lebih memilih menodongkan pistolnya ke kepalanya sendiri. Bagus deh, sayang aku ga bisa nyeritainnya...

    Mungkin kalau kalian nonton drama ini kalian akan membenci karakter Lee Jin Pyo disini karena dia mempunyai sifat yang berwatak keras, kejam, ga kenal ampun, ga kenal takut, egois, ga peduli ma yang lain, ia bisa membunuh siapapun yang menghalangi rencananya. Namun coba aja kalian nonton sampai akhir. Sebenernya ia juga memiliki sifat seorang Ayah yang sayang pada anaknya. Walau Lee Yun Song bukan anak kandungnya, namun karena ia yang membesarkannya dari bayi, tentu saja perasaan seorang ayah itu muncul. Dia pernah kehilangan kakinya untuk menyelamatkan Yun Song dari ranjau sampai akhirnya ia harus memakai kaki palsu. Yun Song pun tahu kalau ayahnya itu sayang sama dia. Makanya ketika ayahnya mencoba untuk membunuh Kim Na Na,  Lee Yun Song menjadikan dirinya sendiri sebagai ancaman untuk ayahnya dengan cara melukai tangannya sendiri. Ia tahu bahwa ayah angkatnya itu tidak ingin Lee Yun Song terluka. Dan ini juga ditunjukkan di adegan terakhir ketika Yun Song menodongkan pistolnya ke kepalanya sendiri. Terharu banget deh kalo inget semua itu.

    Sebenernya drama dengan genre action dan cerita bertema revenge sama sekali bukan type tontonanku. Apalagi yang berbau-bau politik. Makin males aja nontonnya. Tapi karena Aku kan emang punya kebiasaan rutin donlot drama tiap minggunya. Tapi ditontonnya pas lagi ada mood aja. Dan city hunter ini mulai aku tonton ketika aku udah donlot 10 eps. Itu pun karena mau liat Go Hara akting di drama. Go Hara termasuk salah satu personil Kara yang aku suka. Tapi sekali nonton drama ini, jadi terus ketagihan. Apalagi episode terakhirnya, Daebak deh pokoknya. Kalau aku boleh ngasih nilai sih, aku berani deh ngasih nilai 100 untuk drama ini. Kenapa? Padahal aku jarang banget ngasih nilai 100 untuk drama.

     Selain karena ceritanya, semua pemeran dalam drama ini bisa mendalami karakternya dengan baik, termasuk lee min ho (aku ini bukan fansnya minho loh, aku masih kurang begitu suka ma dia di BBF, personal taste, mackarel run,tp di city hunter ini baru aku merasa karakternya dia pas banget), terus ceritanya tuh realistis, aku jadi tahu kalo dunia politik itu dimana-mana sama aja, ga lepas dari kata korupsi. Terus penyajiannya juga oke. Adegan actionnya ga selalu dalam berkelahi si City Hunter menang dan walaupun ada diselipin slowmotion di adegan actionnya, tapi menurutku masih dalam porsi yang wajar, tidak berlebihan seperti d Fugitive Plan B nya si Rain.  Oiya, OSTnya jg bagus.











    August Rush (Movie - 2007)


    Directed by
    Kirsten Sheridan       

    Writing credits
    (WGA)
    Nick Castle (screenplay) and James V. Hart (screenplay)
    Paul Castro (story) and Nick Castle (story)


    Stars:
    Freddie Highmore, Keri Russell and Jonathan Rhys Meyers




    Belakangan ini aku lagi terbius sama satu film sampai aku tonton berulang-ulang dan ga bosen-bosen. Emang bukan film korea sih. Ini film Hollywood. Cuma karena film ini bagus, kan sayang banget kalau pada ga tau. Ini film bertema family dan musik. Aku paling seneng film-film dengan genre kaya gini. Ini aku ceritain filmnya.

    Evan adalah seorang anak yang tinggal di tempat penampungan anak. Tidak seperti anak-anak yang lain, ia selalu merasa bahwa orang tuanya kini tengah mencarinya hanya saja sampai kini mereka belum menemukannya. Sejak kecil Evan sudah suka dengan musik. Hanya saja musik yang selama ini ia dengar adalah musik yang terdengar dari alam, seperti suara angin, suara daun yang bergerak, dan lain-lain.

    Sampai akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya yang sekarang dan pergi ke kota besar seperti New York untuk mencari orang tuanya. Di kota inilah Evan semakin dekat dengan musik.

    Awalnya ia bertemu dengan pengamen jalanan bernama Arthur. Kemudian Arthur pun membawanya ke tempat tinggalnya dimana banyak terdapat para pengamen jalanan lainnya dan juga bos dari para pengamen tersebut yang selalu meminta setoran hasil ngamen mereka. Di tempat ini juga Evan lalu menemukan bakat musiknya yang terpendam. Ia dengan mudah memainkan gitar milik Arthur padahal sebelumnya ia sama sekali belum pernah memainkannya. Mulai dari sinilah nama Evan berubah menjadi August Rush. Nama itu pemberian dari bos pengamen yang biasa dipanggil dengan sebutan "Wizard".

    Lalu terjadi penangkapan anak-anak jalanan di rumah itu oleh polisi. August pun (mulai sekarang aku akan menyebut Evan dengan August) kabur dari rumah itu dan bersembunyi di gereja. Di gereja ini ia bertemu dengan seorang anak perempuan yang kemudian mengajarkannya nada-nada dari piano. Inilah pertama kalinya ia belajar not-not lagu. Tapi karena August Rush memiliki bakat yang luar biasa ia bisa langsung menangkap bunyi-bunyi yang ia dengar seperti suara langkah kaki, suara bola, suara ring basket, dll, menjadi not-not balok di lembaran kertas.

    Pemilik gereja yang menemukan bakat August pun langsung memasukkan August ke sekolah musik Juiliard. Sekolah musik yang terkenal. Di sekolah itu bakat August pun makin berkembang, bahkan ia bisa membuat sebuah rapshody yang nantinya akan ditampilkan pada sebuah consert dengan August Rush sebagai komposer.

    August pun dengan senang hati mempersiapkan untuk konser tersebut karena konser itu akan dihadiri ribuan penonton. Dengan begitu, kemungkinan besar orang tua August pun akan ikut mendengarnya. Ia yakin bisa menemukan orangtuanya dengan musik yang dibuatnya.

    Lalu sebenarnya siapa orang tua August Rush? Ayah August bernama Louis dan Ibunya bernama Lyla. Louis adalah seorang vokalis sekaligus gitaris pada sebuah band. Sedangkan Lyla adalah seorang pemain Cello muda yang berbakat. Louis dan Lyla bertemu pada suatu malam dan saling jatuh cinta dan akhirnya menghabiskan malam bersama. Esoknya Lyla dibawa pergi dengan paksa oleh ayahnya hingga Louis dan Lyla tidak bisa bertemu kembali.

    Sejak mereka berpisah, Louis dan Lyla memutuskan untuk berhenti bermain musik. Tanpa sepengetahuan Louis, Lyla pun mengandung. Ia memutuskan untuk melahirkan dan merawat anaknya. Namun hal itu tentu saja tidak disetujui oleh Ayah Lyla karena bisa menghambat masa depan Lyla. Untuk itu begitu anak Lyla lahir, anak itu langsung dibawa ke tempat penampungan anak dan Ayah Lyla mengatakan bahwa anaknya telah meninggal.

    Baru setelah 11 tahun, Ayah Lyla yang tengah sekarat memberitahu yang sebenarnya bahwa anaknya masih hidup. Dan Lyla pun segera berangkat ke New York untuk mencari anaknya. Sedangkan Louis yang kini sudah menjadi seorang bisnisman memutuskan untuk kembali bermusik untuk menemukan Lyla.

    Begitulah, mereka bertiga (Louis, Lyla, dan August) saling mencari satu sama lain dengan menggunakan musik. Louis kembali bermusik untuk mencari, Lyla kembali bermusik untuk mencari August, dan August bermusik untuk mencari kedua orangtuanya.

    Memang kalau di ceritain kaya gini kesannya tuh ribet n berbelit-belit. Tapi coba aja kamu tonton, ga bakal bosen deh. Walaupun mereka bertiga terpisah sebenarnya mereka saling berkomunikasi melalui musik. Apalagi kalau nonton August yang mainin gitar, bagus banget, cara main gitarnya unik, gitarnya bukan cuma dipetik tapi juga dipukul-pukul. Keren deh. Apalagi ketika August main gitar bareng Louis. Kolaborasi yang bagus, fillnya juga dapet, antara ayah ma anak. Wah...pokoknya keren deh.

    Ini film lama sih, mungkin sekitar tahun 2006 atau 2007, jadi mungkin agak susah juga nyarinya. Coba aja kalian ke tempat penyewaan film, siapa tau nemu. Aku sendiri dapetnya dari donlot. Itu pun awalnya karena nonton variety show korea "Idol Maknae Rebellion" Ep 14, di situ member FT Island (band korea favoritku) JongHun dan SeungHyun main gitar dari film August Rush. Makanya aku penasaran mau liat versi aslinya dan langsung saja cari donlotannya. Begitu selesai donlot langsung nonton dan ga nyesel. Karena versi aslinya keren banget.

    Nonton ya.....

    Bagi yang penasaran, bisa pesen di aku (hehe... sekalian promosi).













    Baby-faced Beauty (Drama - 2011)


    * Title: 동안미녀 / Dongan Minyeo
    * Also known as: Youthful Beauty / Pretty Young Woman
    * Genre: Romance, comedy
    * Episodes: 20
    * Broadcast network: KBS2
    * Broadcast period: 2011-May-02 to 2011-Jun
    * Air time: Monday & Tuesday 21:55 
     Main Cast

    * Jang Na Ra as Lee So Young
    * Choi Daniel as Choi Jin Wook
    * Ryu Jin as Ji Seung Il
    * Kim Min Seo as Kang Yoon Seo



    Mungkin banyak cewek di dunia khususnya di korea yang ingin punya wajah baby face. Makannya banyak para cewek di sana melakukan segalanya agar wajahnya tetap terlihat muda seperti operasi plastic, olah raga, minum onat-obatan tertentu, melakukan perawatan wajah, dll.

    Namun Lee So Young, seorang wanita berumur 34 tahun, tidak perlu melakukan itu semua untuk terlihat muda, karena memang dia memiliki wajah yang baby face. Entah ini suatu keberuntungan atau kesialan baginya, sebab karena baby face inilah ia tertimpa banyak masalah.

    Lee So Young dipecat dari tempat kerjanya selama 14 tahun dengan alasan perusahaan sedang mengalami penurunan dan harus mengurangi karyawan, dan Lee So Young lah karyawan yang diberhentikan dengan alasan karena dia memiliki wajah yang baby face jadi pasti akan mudah untuk mendapat pekerjaan lagi. Namun belakangan So Young tahu kalau perusahaannya tidak sedang bangkrut, melainkan sedang berkembang dan mereka merekrut karyawan baru, seorang gadis muda yang usianya jauh di bawah So Young.

    Walau Lee So Young mempunyai wajah yang Baby Face, namun tetap saja ia sulit mencari pekerjaan karena usianya yang 34 tahun dan hanya lulusan SMU.

    Lee So Jin, adiknya Lee So Young beda lagi. Lee So Jin adalah seorang gadis cantik berumur 25 tahun yang memiliki tubuh langsing dan tinggi yang hobinya hanya bersenang-senang dan menghabiskan uang untuk beli baju bermerk.

    Lee So Jin mendapat pekerjaan sebagai karyawan magang selama 1 minggu di perusahaan fashion bernama "The Style". Lee So Jin malas datang ke tempat itu dan lebih memilih untuk liburan bersama teman-temannya. Ia menawarkan pekerjaan itu untuk Lee So Young, kakaknya. Dan karena Lee So Young sedang membutuhkan pekerjaan, ia pun menerimanya.

    Alhasil, Lee So Young datang ke The Style dengan mengaku sebagai Lee So Jin yang berumur 25 tahun. Dengan tampang yang baby face, tentu saja tidak ada yang curiga bahwa ia sebenernya 34 tahun.

    Karena Lee So Young di tempat itu berumur 25 tahun dan yang paling muda atau biasa dibebut maknae, makanya Lee So Young selalu diperlakukan seenaknya oleh rekan-rekan kerjanya. Misalnya disuruh-suruh, sering diomelin, disalahin, dll. Namun walau gitu Lee So Young senang bekerja di The Style karena ia bisa banyak belajar disitu, karena memang Lee So Young itu seneng mendesign baju.

    Masalah mulai muncul ketika perlahan-lahan identitas Lee So Young mulai terbongkar. Lalu hubungan cintanya dengan Choi Ji Wook, teman kerjanya yang berusia 27 tahun, dan President The Style yang sudah mempunyai 1 anak perempuan.

    Dan serunya lagi kita bisa liat banyak design baju di drama ini dan proses pembuatannya. Ternyata baju itu juga prosesnya panjang loh. Dimulain dari mendesign, harus diperhatikan kalangan usia pemakainya, kegunaannya, bahannya, efektifitasnya, dan untuk mengetahui itu semua diperlukan survei. Setelah itu baru dibikin sampelnya untuk di presentasikan. Setelah disetujui baru polanya akan di serahkan ke pabrik. Untuk selanjutnya diserahkan pada MD (Manager Director) untuk bagian pemasaran baju tersebut. Panjang kan prosesnya. Tapi jadi nambah wawasan gara-gara drama ini.

    Aku sendiri nonton drama ini karena kangen banget ma jang Nara. Terakhir liat dia di My Love Patzzy, udah lama banget kan? Denger-denger sih Jang Nara sempet mengalami masa sulit dengan perusahaan film milik ayahnya. Film yang di biayainya oleh ayahnya dan dibintangi Jang Nara tidak terlalu sukses, sehingga bisa dibilang mengalami kerugian, untuk itu Jang Nara akhirnya ikut bermain di drama mandarin yang juga katanya ratingnya ga terlalu bagus. Mudah-mudahan untuk drama Baby Face ini ratingnya tinggi ya....










    Kamis, 28 Juli 2011

    Sinopsis Sign episode 14


    Yi Han menunggu di luar sel Lee Soo Jung. Dua petugas penjara masuk untuk memeriksa.
    Air di shower masih menyala, tapi Soo Jung tidak terlihat.
    Ada seorang tahanan wanita lain yang keluar dari dalam kamar mandi. Yi Han hanya melihatnya sekilas.

    Dua petugas wanita itu kaget saat menemukan tubuh Lee tersungkur di lantai kamar mandi.

    Mereka memeriksa Lee Soo Jung, salah satu petugas lari keluar memanggil Yi Han.

    Sementara Ji Hoon dan Da Kyung menemukan mayat seorang pria. Mayat yang tadi dilihat Da Kyung.

    Salah satu penjaga keluar, ada masalah. Yi Han kaget, ada apa?
    Yi Han masuk dan melihat mayat Lee Soo Jung.

    Ji Hoon kenal mayat itu, dia Tuan Kim, pemilik penginapan.

    Kembali ke Ji Hoon dan Da kyung. Jadi ini pemilik penginapan? Lalu siapa pria yang kita lihat disana tadi?
    Ji Hoon : Dia berkata kalau pemilik aslinya pindah, dan dia mengambil alih. Aku juga belum pernah melihatnya.

    Tiba-tiba terdengar suara, jadi kau menemukannya.
    Ji Hoon dan Da Kyung menoleh. Ternyata paman yang mengurus penginapan, dia menatap kedua dokter dengan tajam. Ok, orang ini mengerikan.

    Paman itu berkata tidak ingin ada orang yang mengganggu ketenangan hidup mereka. Lalu beberapa orang desa muncul di belakang Paman itu, semua melihat dengan pandangan ketakutan tapi juga marah.

    Anak-anak mulai menangis dan beberapa nenek menenangkan mereka.

    Gadis kecil dengan jaket pink itu ternyata cucu paman yang menjaga penginapan itu. Beberapa kakek berkata pada paman itu, kau berkata ini tidak akan terjadi.
    Ji Hoon dan Da Kyung tampak bingung.

    Woo Jin sudah tiba di lokasi, ia mendengar keterangan dokter yang memeriksa Lee Soo Jung.
    Dokter berkata tidak ada yang mencurigakan dari Lee Soo Jung, hanya ada luka di dahi. Ini kecelakaan yang biasa di kamar mandi.

    Woo Jin : Tidak ada yang tidak biasa?
    Dokter : Tidak, hanya di dahi.

    Dokter itu pergi. Yi Han berkata ke Woo Jin kalau Lee Soo Jung telp karena ketakutan seseorang mungkin akan membunuhnya.
    Apalagi Kang Seo Yeon baru saja menemui Lee, apa ini benar2 hanya kecelakaan?

    Woo Jin : Sebelum mayatnya ditemukan, apa tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali?

    Yi Han : Wanita itu...
    Yi Han ingat ada wanita yang keluar dari kamar mandi. Ada wanita yang keluar dari kamar mandi.

    Woo jin : Wanita apa?
    Yi Han : Wanita terakhir yang keluar dari kamar mandi sebelum Lee Soo Jung, dia pasti ada hubungannya.

    Woo jin mengerti dan menyuruh Yi Han mencari wanita itu. Sementara Woo Jin akan menghubungi orang untuk otopsi.
    Woo Jin pulang sambil berusaha telp Ji Hoon. Tapi telpnya dimatikan dan hanya ada voice mail.

    Ji Hoon dan Da Kyung sedang menghadapi penduduk desa. Mayat Tuan Kim dibaringkan di tengah ruangan.

    Paman itu berkata : Ini salahku. Kalian mungkin tidak mempercayainya, tapi dia (Kim) adalah temanku. Kami besar di desa ini. Kami berdua melindungi desa ini.

    Flashback, Paman itu mengunjungi Tuan Kim, ia membawa makanan. Kim Ga! Kim Ga!
    Paman : Aku merebus ubi kesukaanmu. Kim Ga!

    Paman itu heran karena Tuan Kim tidak menjawab, ia mengira Kim pergi. Paman masuk ke kamar Kim dan menemukan Kim terbaring di lantai kamarnya.
    Paman masuk dan mengira Kim Ga tidur, hei, aku bawa ubi, kau tidak menjawabku?

    Lalu Paman memeriksa nadi Tuan Kim, ternyata tidak berdenyut lagi. Tangan tuan Kim terjatuh ke lantai.

    Paman itu mengajak beberapa orang desa ke kamar Tuan Kim. Paman mengeluh, dia berkata tidak enak badan, tapi aku tidak berpikir akan begitu tiba-tiba. Ini masalah besar.

    Kembali ke masa kini. Paman itu menunjukkan dokumen pada Ji Hoon dan Da Kyung, ini adalah polis asuransi jiwa dengan namaku.
    Da kyung kaget, apa?

    Ji Hoon mulai mengerti masalahnya, jadi kau Jeong Chi Ga, akan menggantikan almarhum Kim Ga dan hidup sebagai dirinya. Dan Jeong Chi Ga akan dinyatakan meninggal?

    Paman Jeong : Jika aku meninggal sebelum Kim Ga, maka uang asuransinya akan dibayarkan.

    Flashback, Salah seorang nenek berkata itu melanggar hukum dan terlalu menakutkan. Paman Jeong membaringkan diri di samping mayat Kim Ga. Sekilas memang mirip.

    Jeong : Saat Kim Ga meninggal, aku menyadari banyak hal. Kami berdua mirip. Dan nanti, kalau aku meninggal, semua akan berkata kalau Kim Ga yang meninggal. Kalau tidak, bagaimana dengan cucu2 kami? Bagaimana mereka akan bertahan?
    Cucuku, Da Bin...ibunya lari dengan pria lain dan ayahnya juga meninggalkannya. Dia hanya bisa bergantung padaku. Kau bagaimana Nenek Lee?

    Putrimu meninggal dan menantumu menikah lagi. Dia mengirim uang tapi sudah tiga tahun sejak kunjungan terakhirnya. Jika terjadi sesuatu dengan kami, bagaimana dengan mereka yang bergantung pada kami?

    Jeong : Apa kami tidak bisa mengambil uang ini? Agar mereka bisa hidup layak?

    Jeong berkata mereka hanya perlu sertifikat kematian dan semuanya akan sepakat untuk menipu semua orang. Tapi kemudian kau datang. Mereka yakin meskipun ada orang dari Seoul, mereka tidak akan lama dan kita bisa menyimpan rahasia selama satu atau dua hari.

    Jeong mulai sadar kalau perbuatan mereka salah dan tanya apa aku akan dipenjara? Lalu semua panik, apa kita akan dipenjara?
    Pintu samping terbuka dan anak-anak muncul. Da Bin (gadis jaket pink) menangis, Kakek..jika Kakek tidak disini, bagaimana aku bisa hidup?

    Da Bin lari memeluk Kakeknya. Diikuti anak2 lain. Semua sibuk menenangkan cucu mereka.

    Ji Hoon tampak terharu. Da Kyung memandang Ji Hoon.
    Ji Hoon : Itu bukan masalah disini.
    Semua heran, apa maksudnya?

    Ji Hoon : Jika sertifikat kematian dipakai untuk menyingkirkan tubuh. Maka yang lain selain Tuan Kim, bisa saja meninggal.
    Ji Hoon tanya apa anak2 merasa gatal. Anak-anak membenarkan.

    Ji Hoon tanya lagi, kau berkata sebelum itu kalau rambut Tuan Kim mulai rontok? bagaimana dengan yang lainnya?
    Mereka mengaku mulai rontok juga rambutnya. Tapi apa itu bukan karena usia?

    Mereka berkata kalau rambut rontok dan gatal2 pada anak-anak itu biasa.
    Da Kyung : Itu thalium. Keracunan thalium.

    Penduduk desa heran, apa maksudnya?
    Da Kyung tanya apa ada pabrik semen atau kaca disekitar sini?

    Mereka berkata kalau lima tahun lalu ada perusahaan besar yang membangun pabrik di atas penampungan air. Ji Hoon yakin kalau mereka keracunan thalium, thalium dipakai untuk membuat semen atau kaca.
    Air dari penampungan itu pasti tercemar thalium.

    Ji Hoon : Jika ini benar adalah masalahnya, maka hidup kalian dalam bahaya. Anak2 juga, kalian harus diperiksa segera.
    Hidup kalian lebih penting daripada uang.

    Ji Hoon dan Da Kyung melaporkan masalah ini dan keesokannya, satu tim kesehatan diturunkan untuk memeriksa semua penduduk desa.
    Paman Jeong tampak terharu, oh..apa ini..

    Ji Hoon dan Da Kyung menemui perwakilan pemerintah. Pria itu berkata kalau Kementrian Lingkungan Hidup akan memeriksa daerah ini.
    Da Kyung tanya, jika sudah diperiksa, lalu apa yang akan terjadi pada penduduk desa?

    Pria itu berkata semua tergantung hasilnya, pemerintah mungkin akan mengatur mereka untuk pindah ke daerah lain. Lalu mereka akan diberi kompensasi jika benar keracunan thalium.
    Perusahaan akan diminta tanggung jawab untuk semua kerusakan.

    Pria itu mengerti akan keraguan Ji Hoon dan Da kyung, ia minta mereka jangan ragu. Aku berasal dari desa ini, aku akan memastikan semuanya dijalankan dengan benar.

    Ji Hoon mengerti, kami bergantung pada anda.

    Ji Hoon berdiri di tepi danau bersama Da Kyung. Da Kyung berkata ia lega, seluruh desa hampir saja keracunan. Dan ada yang hampir jadi penjahat.

    Ji Hoon : Keputusasaan dan keresahan akan membuat orang lemah. Jadi kita hanya memerlukan standar minimum hidup yang berkualitas.
    Aku tidak ingin terlibat dengan forensik lagi. Tapi ternyata sulit untuk menghindarinya.

    Da Kyung mengajak Ji Hoon pulang ke Seoul. Ji Hoon menolaknya.
    Mereka mendengar suara dari kejauhan sepertinya suara es mencair.
    Ji Hoon berkata penampungan air ini menangis.

    Yi Han memeriksa catatan napi dan tanya berapa jumlah semua orang. Penjaga berkata ada 757.
    Lalu meralat, oh ya kami baru saja kehilangan satu orang, jadi 756.

    Penjaga berkata kalau pagi ini ada satu yang bebas, tapi file-nya tidak ada di tangan Yi Han.
    Yi Han ingin lihat file wanita itu.
    Saat melihat fotonya, Yi Han yakin itu wanita yang dicarinya.

    Yi Han langsung lari ke halte bis dan melihat wanita itu menunggu bis. Bis datang dan Yi Han terlambat.
    Yi Han lari mengejar bis tapi sia-sia.

    Saat Yi Han menoleh, ada seorang wanita yang tanya, bukankah kau detektif Choi Yi Han?

    Tarra..wanita yang dicari Yi Han belum naik bis.

    Ji Hoon menjelaskan kalau tangisan penampungan air itu berarti es yang membeku mulai pecah. Kami datang kesini tiap tahun disaat seperti ini. Direktur Jung dan aku.

    Ji Hoon : Jika kami beruntung, kami bisa mendengar suara ini. Jika kami terlambat atau terlalu awal, kami tidak akan mendengarnya.

    Da Kyung : Kalau begitu aku sangat beruntung mendengarnya. Meskipun ini pertama kali aku mendengarnya, memang terdengar seperti tangisan.

    Ji Hoon : Semakin lama dan dingin musim salju, suaranya semakin keras. Tinggalkan musim dingin yang keras dengan menangis dengan keras.

    Da kyung : Dokter, kembalilah ke NFS. Aku tahu kesalahan yang sudah kau buat. Mungkin kau tidak bisa memaafkan dirimu karena kesalahan ini. Tapi bukankah itu seharusnya membuatmu bekerja lebih keras lagi untuk menemukan penyebab sebenarnya dari kematian
    dan mencegah tuduhan yang salah?

    Ji Hoon : Semua orang bisa membuat kesalahan karena mereka manusia. Tapi tidak dokter forensik. Kita tidak bisa membuat kesalahan. Begitu ada satu kesalahan..maka semuanya selesai.

    Da Kyung : Tapi semua penduduk desa ini, karena kau bisa hidup lebih lama. Jadi, kau adalah dokter forensik yang bagus. Aku ingin jadi dokter forensik sebaik kau. Jadilah guruku, kumohon.
    Ji Hoon : Aku tidak bisa kembali. Aku tidak akan kembali.

    Da Kyung : Dokter!
    Ji Hoon : Tapi aku harus menyelesaikan sesuatu sebelum kau mengundurkan diri.

    Da Kyung : Apa itu?
    Ji Hoon: Kasus Seo Yoon Hyung. Kasus itu harus kuselesaikan, ini hal terakhir yang akan kulakukan.

    Woo Jin datang dan marah, apa yang kau lakukan disini? Mematikan ponselmu. Apa kau tahu betapa susahnya aku menemukanmu?
    Da Kyung berterima kasih karena ia bisa menemukan Ji Hoon atas bantuan Woo Jin. Tapi kenapa kau kesini?

    Woo Jin : Lee Soo Jung meninggal di tahanan. Mayatnya dipindah ke fakultas kedokteran di dekat penjara. Aku akan mempercayakan otopsi padamu.

    Ji Hoon : Aku berhutang pada Seo Yoon Hyung. Aku akan melakukan otopsi sebagai dokter forensik yang bertanggung jawab pada Jaksa.
    Ji Hoon minta Da Kyung menyelidiki TKP.

    Yi Han menemui wanita itu, kenapa kau tidak lari? Tidak. Kenapa kau membunuh Lee Soo Jung?

    Wanita itu berkata ia tidak membunuh Lee Soo Jung. Yi Han merasa dia bohong, setelah dia meninggal, hanya kau yang keluar dari kamar mandi.

    Ternyata Lee Soo Jung sudah meninggal saat wanita itu masuk ke dalam.

    Flashback, wanita itu masuk dan mencari Soo Jung. Ia menyentuh punggung Soo Jung. Tapi Soo Jung terjatuh begitu saja dalam keadaan tidak bernyawa. Wanita itu teriak memanggil Soo jung dengan panik.

    Yi Han : Lalu kenapa kau keluar?

    Wanita itu takut, kalau aku disana aku mungkin akan dituduh sebagai tersangka. Aku tidak bohong. Lee Soo Jung dan aku masuk ke tahanan bersamaan.
    Kami berteman baik dan dia terus saja berkata ada yang ingin membunuhnya.

    Yi Han masih belum percaya, bukan kau yang berencana membunuhnya?
    Wanita itu berkata kalau Soo Jung pesan, jika dia dibunuh, maka wanita itu harus mengatakan sesuatu pada Detektif Choi Yi Han.

    Lee Soo Jung berkata kalau dia tidak mencampur potasium sianida dalam minuman Seo Yoon Hyung.

    Ji Hoon bersiap melakukan otopsi. Ia minta maaf pada timnya, karena memanggil mereka secara mendadak.
    Dokter Ja Young : Kapanpun anda memanggil, saya akan datang dengan berlari.

    Ji hoon telp Da Kyung, kau disana?

    Da Kyung membenarkan, ya.

    Ji Hoon minta Da Kyung menggambarkan TKP. Ji Hoon berkata pada tim otopsi, ayo mulai.

    Ji Hoon : Almarhumah, Lee Soo Jung. tinggi 168 cm. Berat 50 kg. Usia 23th.
    Kemungkinan besar meninggal karena luka dan bengkak di dahi dan kulit kepala yang disebabkan oleh kekuatan dari luar.

    Ada kemungkinan pendarahan atau retak tulang.

    Da Kyung lapor : Ada darah di lantai. Tapi airnya mengalir saat itu, dan sebagian besar darah tersiram air.

    Ji Hoon : Tapi kemungkinan seorang gadis usia 20-an th terpeleset di kamar mandi itu kecil sekali. Menurutku, dia sudah kehilangan kesadaran saat dia jatuh.
    Tapi kenapa dia kehilangan kesadaran?

    Woo Jin menemui penjaga, dan tanya apa Lee Soo Jung tampak tidak biasa sebelum dia meninggal.
    Penjaga berkata tidak. Lee Soo Jung biasa saja, cenderung diam, seorang tahanan yang sangat pendiam. Tidak dekat dengan tahanan lain dan tidak berkelahi dengan yang lain.

    Ji Hoon memeriksa semua organ Lee Soo Jung dan semuanya normal. Tidak ada alasan yang menyebabkan kehilangan kesadaran.

    Penjaga berkata kalau gedung di sebelah kamar mandi tiba-tiba turun arus listriknya. Ada perbaikan kabel listrik kemarin dan kamar mandi ditutup sementara.

    Ji Hoon memeriksa jari Soo Jung dan juga ujung jari kakinya, ada bekas terbakar. Sepertinya Lee Soo Jung tersengat listrik.
    Da Kyung juga mendapatkan hal yang mendukung. Arus listrik di pipa dekat shower ternyata tinggi sekali.

    Saat itu Lee Soo Jung sedang mencuci rambutnya dan matanya terkena sampo sehingga Lee harus memejamkan mata. Lee meraba-raba untuk mencari handuk mungkin untuk menghapus busa.
    Tanpa sengaja Lee Soo Jung menyentuh pipa air yang terkena arus listrik tinggi dari gedung sebelah, lalu tersengat listrik dan meninggal.

    Ji Hoon menyimpulkan : Luka Lee Soo Jung kecil, tapi masih bisa dilihat. Penyebab kematian, tersengat listrik. Kematian karena tersengat listrik.

    Yi Han menemui Ji Hoon dan tanya apa ini pembunuhan. Tapi Ji Hoon berkata otopsinya membuktikan kalau bukan pembunuhan.
    Yi Han merasa ini pembunuhan, lalu memberikan buku pada Ji Hoon.

    Apa ini? Tanya Ji Hoon. Yi Han berkata ini buku harian Lee Soo Jung yang diberikan seorang tahanan. Katanya kalau Lee Soo Jung meninggal, dia harus memberikan buku ini padaku.

    Myung Han menemui Jaksa Jang. Ia berkata ada otopsi Lee Soo Jung di ruang kelas fakultas kedokteran.
    Jang : Kau sudah mendengarnya? Aku baru saja akan mengatakan itu padamu.

    Myung Han kesal, bukankah kau seharusnya mengatakan padaku sebelum membunuhnya?
    Jang tidak mengerti apa maksud Myung Han. Myung Han terus saja bicara, seberapa jauh kau akan bertindak? membunuh semua saksi?

    Jang : Jika memang harus, maka aku pasti akan melakukannya. Dan kau tidak punya pilihan selain membantu masalah ini.
    Myung Han : Jika aku menolak....apa kau akan membunuhku juga?

    Jang : Jika kau menolak? kau tidak bisa. Pikirkan ini, jika Anggota Konggres Kang Joon Hyuk menjadi Presiden maka NFS akan berkembang ke tingkat yang tidak tertandingi.
    Juga harus kau ingat, jika Yoon Ji Hoon masih terlibat dalam masalah ini. Kita akan hancur.

    Woo Jin, Da Kyung, Yi Han dan Ji Hoon berkumpul di ruang otopsi. Woo Jin menyimpulkan, jadi di kasus Seo Yoon Hyung, Kang Seo Yeon dan Lee Soo Jung, bersama manager Joo seon merencanakan pembunuhan?

    Keempatnya berkumpul di kantor Woo Jin. Mereka menyimpulkan kalau Lee Soo Jung berubah pikiran dan tidak memasukkan sianida dalam botol minuman Seo Yoon Hyung.

    Botol minuman energi itu adalah bukti. Jika sianida tidak ada dalam botol maka Lee Soo Jung tidak bersalah.
    Ji Hoon : Jika botol itu tidak ditemukan setahun lalu, bagaimana bisa ditemukan sekarang?

    Ji Hoon tanya Woo Jin, saat kau tiba di TKP waktu itu, kau mengambil pernyataan dari staf disana kan? Kau masih punya catatan-nya?

    Woo Jin : Tentu saja, aku pasti sudah membacanya lusinan kali. Tapi saat itu, fokusnya adalah pada siapa pembunuh Seo Yoon Hyung. Tidak ada yang peduli kemana botol itu.

    Da Kyung : Kurasa Dr. Yoon benar, banyak yang melihat Seo Yoon Hyung minum. Diantara begitu banyak orang pasti ada yang melihat kemana botol itu.

    Mereka yakin ada yang membunuh Lee Soo Jung, orang yang sama yang sudah membunuh Seo Yoon Hyung. Seseorang menggunakan pekerjaan kabel listrik di gedung sebelah dekat kamar mandi. Ada orang dalam penjara yang diminta memastikan agar Lee Soo jung menyentuh pipa dan meninggal.

    Seo Yoon Hyung dan Lee Soo Jung dibunuh oleh Kang Seo Yeon. Meskipun Lee Soo Jung sudah mengaku menggantikan Kang, tapi Lee Soo Jung tahu kebenarannya dan itu adalah ancaman.
    Ini kesempatan terakhir mereka untuk menghentikan orang yang memanipulasi kasus ini dengan konspirasi dan kebohongan.

    Woo jin membaca catatannya, saat itu, staf sekuriti bertanggung jawab dengan peralatan. Lalu, ada staf panggung dan staf belakang panggung. Semuanya sekitar 60 orang.
    Staf sekitar Seo Yoon Hyung : Pemandu lokasi, stylist, rias artis, manager lokasi

    Woo jin akan memakai kacamatanya, tapi ia melihat Yi Han dan tidak jadi pakai kacamata :)
    Yi Han sempat tanya ke Da Kyung, Dr. Go Da Kyung apa kau selalu pakai kacamata?
    Da Kyung : Hanya kalau kerja. Dr. Yoon pakai kacamata juga.

    Woo Jin tetap tidak mengenakan kacamatanya hehe dan terus konsentrasi pada kasus.

    Pertama, Lee Soo Jung mendapat sianida dari Kang Seo Yeon.
    Menurut pengakuan Lee Soo Jung, saat itu jam 8 malam.

    Saat lagu terakhir Voice hampir selesai, Lee Soo Jung bertemu Kang Seo Yeon di koridor dekat toilet dan menerima sianida.
    Tapi disaat terakhir, dia ragu-ragu dan tidak memasukkan sianida dalam botol.

    Lee Soo Jung keluar dari ruang ganti. Lagu terakhir Voice berakhir jam 20:05. Seo Yoon Hyung kembali ke belakang panggung.
    Seo Yoon Hyung menerima botol minuman dari managernya dan meminumnya.

    Ada lebih dari 10 staf yang melihat Seo Yoon Hyung minum dari botol itu.
    Menurut staf managemen, setelah Seo Yoon Hyung minum dari botol itu, dia pergi ke kamar mandi yang ia pakai sebelum naik ke panggung, karena dia tahu dimana letaknya.
    Saat jalan ke kamar mandi, ia jelas memberikan botol itu pada seseorang.

    Woo jin memusatkan perhatian pada botol minuman itu. Ini pernyataan dari orang yang bertanggung jawab untuk panggung encore :
    "Seo Yoon Hyung latihan untuk encore dan saat Seo Yoon Hyung turun dari panggung, dia membawa botol minuman."
    Pria itu sibuk, tapi yakin kalau Seo Yoon Hyung membawa botol itu.

    Pernyataan-nya mirip dengan manager perusahaan, Seo Yoon Hyung turun dari panggung dengan minuman kesehatan kesukaan-nya.
    Ini kebiasaan-nya, dia masuk kamar mandi yang terdekat dengan panggung. Seo Yoon Hyung masuk kamar mandi, tapi dia kurang hati2 dan menumpahkan minuman ke bajuku.

    Tapi gadis itu lebih memperhatikan masalah interkom, jadi dia tidak memusingkan hal itu.

    Da Kyung langsung waspada, itu kesaksian siapa? Dia bertanggung jawab untuk mike wireless Seo Yoon Hyung, itu minuman dari Lee Soo Jung.

    Saat itu gadis staf sound mengenakan seragam dan ia sibuk mengencangkan interkom dari seragamnya. Seo Yoon Hyung minta maaf.
    Da Kyung sadar, seragam itu..jika kita bisa memperolehnya, kita bisa menganalisa minuman itu.

    Nama staf itu Oh Seon Joo tapi ketika dicoba telp, nomornya tidak aktif. Da Kyung ingin pergi ke kantor managemen untuk mencari seragam itu. Karena biasanya setelah show, semua atribut dikembalikan ke kantor managemen.
    Da Kyung dan Yi Han ingin mengecek ke kantor managemen. Tapi Woo Jin menahannya.

    Woo Jin : Tunggu, aku harus mendapatkan surat penggeledahan untuk itu. Kalian tunggu disini. Hanya bergantung pada bukti tanpa surat perintah itu tidak baik.
    Tunggu. Kalian mengerti?

    Ketiga orang itu terpaksa mengiyakan. Tapi begitu Woo Jin pergi, Da Kyung dan Yi Han mulai bergerak.

    Da Kyung : Kau mau kemana?
    Yi Han : Rahasia.
    Da kyung tahu Yi Han mau ke kantor managemen. Ia juga mau ikut karena takut buktinya akan rusak.
    Yi Han : OK, ayo.

    Da Kyung : Dokter, apa yang kau pikirkan?

    Ji Hoon : Jika Lee Soo Jung tidak menaruh sianida dalam botol, lalu bagaimana Seo Yoon Hyung bisa terkena sianida?
    Seo Yoon Hyung itu anak muda yang kuat dan sehat, di usia 20-an. Jika dia tidak menelan sianida, Kang Seo Yeon seorang wanita...tidak mungkin bisa menutup hidung dan mulutnya untuk mencekiknya.

    Jika bukan Lee Soo Jung, pasti ada orang lain yang membuat Seo Yoon Hyung mengkonsumsi sianida. Kau dan Detektif Choi, carilah seragam itu.
    Da Kyung : Lalu kau?

    Ji Hoon : Sepertinya aku harus mengunjungi lokasi konser sekali lagi.

    Woo Jin menemui atasannya dan ia minta surat perintah. Tapi atasan Woo jin berkata kalau kasus Seo Yoon Hyung sudah ditutup setahun lalu.

    Woo jin : Saya tahu. Tapi, penjahat yang ditahan, Lee Soo Jung sepertinya meninggal dengan tidak adil. Dia mungkin saja bukan pembunuhnya.

    Atasan Woo jin berkata mereka tidak melayani kemungkinan2, kita mengatur hukum. Kita harus punya bukti lalu bertindak berdasar hukum.

    Woo jin : Saya melakukan ini untuk menegakkan hukum. Seorang pembunuh bebas begitu saja. Saya ingin menangkap pembunuhnya.
    Atasan Woo Jin : Jika bisa mendapatkan surat perintah apa kau benar2 bisa menangkap pembunuhnya? Apa kau begitu percaya diri?
    Woo jin : Ya.

    Jaksa Jang telp manager Voice. Ini Jang Min Seok. Jang sepertinya memperingatkan manager Voice untuk melenyapkan seragam konser tahun lalu.

    Yi Han dan Da Kyung juga sampai di kantor manajemen Voice dan menemui seorang pria, kami hanya ingin mengkonfirmasi satu hal.
    Pria itu mengerti, barang2 dari konser tahun lalu, ya ada di gudang.
    Yi Han berkata kalau Jaksa Jung sudah mendapatkan surat perintah untuh memeriksa barang2 itu.

    Pria itu mengantar Yi Han dan Da Kyung ke gudang. Kukira mereka menyimpannya disini...
    Pria itu kaget, Oh! hilang?

    Yi Han dan Da Kyung juga terperanjat, kemana barang2 itu? ini aneh. Pria itu yakin disimpan di rak itu.

    Da Kyung dan Yi Han segera lari keluar, cepat, sebelum barang2 itu dihancurkan.
    Keduanya lari dan mereka melihat Manager voice bersama dua orang staf jalan membawa kotak-kotak.
    Manager Voice sempat melihat ke arah Yi Han dan Da Kyung sambil senyum sinis, lalu mereka masuk lift.

    Da Kyung dan Yi Han sampai depan lift, lantai 5! Lalu keduanya lari ke tangga.
    Mereka melihat manager Voice dan anak buahnya mulai membakar isi kardus.

    Da Kyung dan Yi Han langsung lari mendekati mereka. Manager Voice masih pura-pura tidak tahu apa-apa, ah bukankah ini Detektif Choi? Apa kabar? lama tidak bertemu denganmu.
    Da Kyung teriak, apa yang kau lakukan?
    Manager itu berkata baju2 itu milik mereka. Da Kyung minta mereka minggir.

    Manager Voice kesal, siapa wanita ini? Yi Han juga marah, dia minta kau minggir. Apa kau tidak dengar?
    Yi Han memukul manager itu. Da Kyung lari ke kotak baju dan panik melihat isinya yang terbakar.

    Da Kyung berusaha menghentikan api dengan memukul dengan mantelnya, tapi justru menambah besar api dan jaket crew itu akhirnya terbakar.

    Sementara Ji Hoon pergi ke stadion dan jalan ke lorong. Ia memikirkan lagi kejadian setahun lalu.

    Saat Seo Yoon Hyung turun dan managernya memberikan botol minuman energi. Apa kita akan melakukan encore?
    Manager Voice memujinya, kerja bagus. Lalu berterima kasih pada semua staf, kalian semua kerja bagus. Terima kasih.

    Da Kyung dan Yi Han duduk di bangku. Da kyung mengeluh, Lee Soo Jung benar2 kasihan..ini bukti terakhir yang tersisa untuknya.
    Yi Han : Kita harus menyelidiki ulang.

    Yi Han menerima telp. Detektif Choi Yi Han? Aku melihat pesanmu, jadi aku telp balik.

    Yi Han langsung waspada : Apa ini Oh Seon Joo?
    Seon Joo : Ya.

    Da Kyung dan Yi Han bertemu Oh Seon Joo. Mereka tanya apa Seon joo punya barang yang mereka inginkan.
    Seon Joo : Ya.

    Seon Joo menyerahkan tas pada mereka. Da Kyung langsung mengeluarkan jaket kuning itu, ia senang karena masih ada bekas minuman energi itu di jaket crew itu.

    Seon Joo : Setelah kematian Seo Yoon hyung. Aku benar2 kebingungan. Aku mengenakan jaket itu. Aku benar2 tidak bisa melupakan hari itu.
    Da Kyung : Apa kami bisa melihatnya?
    Seon Joo berkata ia menganggap ini peninggalan Seo Yoon Hyung dan sangat menyayanginya.

    Da Kyung dan Yi Han lari ke NFS menemui Dokter Hong. Ini bukti kasus Seo Yoon Hyung.
    Da Kyung : Apa kau bisa memeriksa apa ada sianida disitu?
    Dr. Hong : Ya.

    Myung Han menemui Jaksa Jang. Jang tanya apa yang ingin dikatakan Myung Han.
    Myung Han berjanji akan mengikuti langkah Anggota Konggres Kang.

    Myung Han : Tapi aku ingin dua hal. Aku ingin NFS tidak diancam atau dikekang, tapi diijinkan untuk menjalani takdirnya sendiri, melakukan penyelidikan secara ilmiah, hidup dengan menjunjung reputasinya,
    tetap menjadi organisasi yang independen, dan tidak menjadi alat untuk dikendalikan oleh orang luar.

    Yang lainnya, dukungan anggaran yang pasti. Jika kau tidak bisa menjamin dua syarat ini, kau tidak akan mendapatkan kerjasama dari NFS.

    Myung Han minta Jang tidak menolak permintaan-nya, karena jika Jang menolak, Jang juga akan hancur.

    Setelah itu Myung Han mengunjungi makam Dokter Kang Ji Hyun. Dokter Kang, salah satu legenda NFS.
    Myung Han : Ji Hyun. Apa kau ada di tempat yang bagus? Kau bisa mengerti aku, ya kan?

    Meskipun orang lain tidak bisa, aku bahagia jika..kau bisa mengerti aku. Myung Han menangis.

    Kang Seo Yeon sedang menikmati mandi, dengan busa, lilin aromaterapi dan kelopak bunga disekitarnya. Seo Yeon mandi sambil minum anggur.
    Ada bel. Ternyata Dr. Yoon Ji Hoon.

    Seo Yeon : Lama tidak bertemu denganmu. Jika kau tidak ingin mengatakan apapun, kenapa kau mencariku?

    Ji hoon : Lee Soo Jung ...tidak memberikan sianida pada Seo Yoon Hyung. Sebenarnya dia akan menggunakan sianida, tapi karena dia tidak cukup kejam, pada akhirnya dia tidak bisa melakukannya.

    Seo Yoon Hyung adalah pemuda yang kuat dan sehat di usia 20-an dan tidak keracunan sianida. Bagaimana seorang wanita kurus seperti kau, akan bisa membunuhnya dengan membekapnya.

    Seo Yeon tersenyum, lalu apa yang ingin kau katakan?
    Ji Hoon : Ada orang lain selain Lee Soo Jung yang bisa memberikan sianida pada Seo Yoon Hyung. Kau tahu siapa.
    Seo Yoon : Kau pikir ini lucu?

    Ji Hoon mulai melakukan rekonstruksi peristiwa.

    Seo Yoon Hyung menyelesaikan penampilannya sekitar pk 20:05. Semua memberi selamat.
    Kang Seo Yeong melihat hal itu. crew mengingatkan sudah telat satu menit.

    Seo Yoon Hyung bergegas ke kamar mandi. Ia terburu-buru. Dan menabrak Oh. Menumpahkan minuman energi ke jaket Oh.

    Seo Yoon Hyung keluar dari kamar mandi sekitar pk 20:10. Sedangkan Encore mulai pk 20:13. Seo Yoon Hyung sendirian selama 3 menit.

    Kang Seo Yeon tanya apa yang terjadi? Ji Hoon berkata harus ada orang yang memberikan sianida pada Seo yoon Hyung.

    Seo Yeon : Ini menarik, tolong lanjutkan.
    Ji Hoon : Hari ini aku pergi dimana Seo Yoon Hyung sendirian selama 3 menit. Aku mencoba berpikir bagaimana seorang wanita yang ingin menggunakan sianida untuk membunuh pacarnya, akan melakukan-nya.

    Seo Yeon menunggu Yoon Hyung, oppa. Lalu mencium Yoon Hyung.
    Yoon hyung kaget, apa ini?

    Seo Yeon menghapus lipstiknya dari bibir Yoon Hyung. Sambil merapikan rambut Yoon Hyung.

    Seo Yeon tersenyum : Aku hanya ingin memberikan salam perpisahan.

    Kang Seo Yeon tersenyum, imajinasimu benar2 menarik. Ji Hoon tersenyum juga, bagus kalau kau tertarik.
    Ji hoon : Aku akan mulai membuktikan semua ini agar Seo Yoon Hyung bisa istirahat dengan tenang.
    Seo Yeon : Apa kau punya bukti?

    Da Kyung, Yi Han, Dr. Hong masih menunggu hasil. Tidak lama hasilnya keluar. Dr. Hong segera menarik kertas dan membacanya, lalu memberikan pada Da Kyung dan Yi Han.
    Hasilnya :
    Sianida 0ppm (ppm=parts per milion)
    Tidak ada sianida.

    Ji Hoon berkata selama ini ia bergantung pada bukti, tapi kali ini tidak ada bukti. Kali ini, aku harus percaya pada saksi.

    Seo yeon : Saksi?

    Ji hoon : Manager perusahaan Seo Yoon Hyung. Juga anggota Voice, Jeong Seok Gun. Ada dua saksi lagi.
    Tidak, hanya ada dua orang lagi.

    Sign 13