Sabtu, 03 Juli 2010

Dong Yi episode 30

Cha Cheon Soo memacu kuda dengan cepat. Ia turun dan langsung lari menemui Tabib istana. Tabib memberi salam pada Cha Cheon Soo. Cheon Soo : Aku dengar Dong Yi sudah sadar, benarkah?

Tabib membenarkan, demamnya hilang dan dia dalam proses pemulihan.

Dong Yi sedang minum obatnya dan mengucapkan terima kasih pada perawat istana. Perawat merasa lega karena Dong yi sudah sadar dan mulai sehat. Perawat keluar, Cha Cheon Soo masuk ke dalam. Apa kau baik2 saja Dong Yi?

Dong Yi berkata ia sudah sehat dan minta maaf, ia sudah janji pada Cha Cheon Soo tidak akan jatuh sakit, tapi justru membuat gelisah Cha Cheon Soo dengan sakit parah. Cha Cheon Soo menggenggam tangan Dong Yi dan berkata tidak perlu seperti itu, asal kau sehat dan selamat.

Dong Yi tanya apa yang terjadi di istana. Cha Cheon Soo berkata semua berjalan lancar. Dong Yi senang mendengarnya. Cha Cheon Soo berkata bahwa bukti yang dibawa Dong Yi cukup untuk digunakan mendakwa mereka. Mereka terpancing dengan umpan bukti palsu, dan mereka mengambil umpan itu dan tertangkap basah dan memudahkan penangkapan mereka.

Cha Cheon Soo berkata mereka tidak bisa lari dari kejahatan-nya. Dong Yi lega mendengarnya.

Ratu Jang merenung mengenai sikap dingin Sukjong padanya. Ratu Jang memanggil Jo Sang Gung tapi tidak mendapat jawaban. Ternyata Jo Sang Gung sedang shock setelah mendapat laporan mengenai penangkapan Jang Hee Jae dari Yeong Sun. (eh pause dulu ya, gini, aku tiba2 membayangkan setiap istana, Ratu, selir2, atau pangeran dsb, masing2 punya anak buah/pelayan yg lari ke sana ke sini cari info sembari mengendap-endap, hahaha trus kalo mrk saling tabrakan lucu kali ya..tp lumayan efektif juga..)

Yeong Sun membenarkan, ia melihatnya sendiri. Ratu Jang keluar dan tanya apa yang terjadi. Jo Sang Gung menjawab dengan suara terbata-bata. Ratu Jang heran, ada apa? Jo Sang Gung, ap yang harus kita lakukan Yang Mulia

Ratu Jang : Apa mungkin terjadi sesuatu pada Orrabuni? Dan ia merasa tebakan-nya benar karena melihat ekspresi wajah Jo Sang Gung dan Yeong Sun.

Oh Tae Seok juga mendapat laporan dari Oh Yun tentang penangkapan Jang Hee Jae. Apa itu benar? Oh Yun membenarkan. Oh Yun berkata, Jang hee Jae ditangkap sejam lalu dan sekarang ditahan di Uigyeombu. Oh Tae Seok seperti akan pecah pembuluh darahnya. Atas tuduhan apa mereka menangkapnya?

Oh Yun menjawab sepertinya karena terlibat insiden penurunan Ratu Inhyeon (Pyebi), Oh Yun meneruskan, mereka menemukan keanehan dalam insiden penurunan Ratu Inhyeon dan Sukjong sudah mempelajarinya dan memerintahkan penyelidikan ulang.

Oh Tae Seok : bagaimana ini bisa terjadi..? Apa mungkin DOng Yi yang hilang itu...

Oh Yun menghela nafas dan Oh Tae Seok merasakan tekanan darahnya benar2 naik (kayaknya 200/100 mmHg deh tekanannya ck ck), kita habis. Insiden ini tidak akan berakhir hanya dengan Jang Hee Jae tapi akan terus menyapu kita jika semua kebenaran mengenai Ratu Inhyeon terungkap dan posisi Ratu Jang juga dalam bahaya. Juga partai Namin akan berakhir.

Pejabat Jeon Su dan pembunuh dimasukkan dalam sel. Seo Yong Gi berkata, ia sendiri yang akan memeriksa mereka, ia minta tidak boleh ada yang mengganggu dan minta pengamanan ketat di sekitar sel. Han Jang Bu mengerti, Baik, Yeong Gam

Seo Yong Gi tanya dimana Jang Hee Jae ditahan. Hwang Jung Gu menjawab di ruang interogasi.

Jang Hee Jae ngomel sendiri, ini jebakan, semuanya adalah pancingan menuju jebakan. Seo Yong Gi masuk dan memberi salam, sudah lama tidak bertemu. Jang Hee Jae marah dan berteriak pada Seo Yong Gi, apa kau tahu apa yang kau lakukan, beraninya kau menangkapku, aku tidak bersalah dan menyeretku ke Uigyeombu, nanti kalau aku keluar dari sini, orang pertama yang tidak akan kulepaskan adalah kau!

Seo Yong Gi tertawa dengan semua ocehan Jang Hee Jae. Mengapa kau ketawa? Seo Yong Gi berkata penjahat selalu berkata ia tidak bersalah. Kau ini sungguh kurang ajar. Jang Hee Jae : Apa katamu?

Seo Yong Gi berkata yang ia maksud adalah keterlibatanmu dalam penurunan Ratu Inhyeon lalu usahamu membunuh Dong Yi di Uiju dan semuanya, Sukjong sudah tahu masalah itu dan ia tidak akan tinggal diam.

Jang Hee Jae kaget sekali dan mulai menyangkal.

Kasim Han tanya pada seorang penjaga, apa benar? Penjaga itu membenarkan dan Kasim Han terlihat senang. Kasim Han lalu lapor pada Sukjong kalau Dong Yi sudah sadar. Ini baru saja saya terima dari kediaman pribadi. Sukjong duduk dengan lega.

Sukjong : Ini benar2 melegakan. Ini bagus. Ada kalanya aku pikir kalau anak itu dilahirkan ke dunia ini untuk memberiku serangan jantung. Tidak peduli dia ada atau tidak, selalu saja membuatku cemas.

Kasim Han : Kalaupun itu benar, yang terbaik adalah tetap membuatnya di sisi Anda.
Sukjong : Apa?
Kasim Han tersenyum (hmmm..I know that smile, you such tricky Eunuch haha)

Sukjong : Kau ini ...Aku merasa apa yang kau katakan itu sedikit aneh.

Kasim Han tanya apa yang akan dilakukan Sukjong, apa ingin pergi ke kediaman pribadi melihat Dong Yi? Sukjong ingin tapi ia pikir lebih baik ia tidak pergi.

Kasim Han heran. Sukjong berkata jika menuruti perasaan-nya, ia sangat ingin pergi tapi logika melarangnya. Ini semua demi menjaga keamanan Dong Yi. Insiden ini sudah menimbulkan gejolak besar dan semua memperhatikan Daejeon.

Jadi, kata Sukjong tidak mudah baginya untuk pergi ke kediaman-nya tanpa terlihat orang dan ini bisa membuat mereka tahu dimana Dong yi berada. Kalau sekarang ia ada di rumah pribadinya. Sukjong menambahkan ini bukan akhir tapi justru permulaan-nya. Bukti dari Dong Yi mungkin bisa membawanya dalam bahaya besar.

Ratu Jang berkata pada Jo sang Gung, ini semua karena Dong Yi, ia sudah menemukan bukti dari Nae Su Sal dan memberikannya pada Sukjong, lalu Sukjong ingin menangkap Jang Hee Jae dan memancingnya masuk jebakan. Jo sang Gung tanya, apa berarti ini adalah akhir dari kita? Ratu Jang merasa tertekan, Sukjong bisa melakukan ini. Ia harus pergi ke suatu tempat. Ratu Jang sangat kesal.

Kasim Han masuk dan berkata Ratu Jang ingin menghadap. Sukjong heran tapi mengijinkan-nya masuk.

Ratu Jang masuk menghadap Sukjong. Sikap keduanya dingin dan kaku.

Ratu Jang : Tidak tahu apa hari ini anda bersedia menemui saya. Mengapa, Yang Mulia? Mungkin ada pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada saya?
Sukjong : Jung Jong?
Ratu Jang : Tolong bebaskan kakak saya Yang Mulia...Kakak saya tidak pernah merancang Pyebi (Penurunan Ratu Inhyeon)..ini semua fitnah, Yang Mulia.

Sukjong : Aku punya bukti yang menunjuk kalau Komisioner Kepala Polisi terlibat dalam masalah itu.

Ratu Jang : Ya, saya sudah mendengarnya, itu adalah bukti yang diberikan DOng Yi pada Anda, semua adalah bukti dari seorang Nain dari biro penyelidik internal, Yang Mulia? ...Lalu bagaimana dengan saya...lalu jika kesaksian Dong Yi itu benar maka dengan kata lain, kesaksiannya itu palsu. Kesaksian Dong Yi tanpa ada fakta2 sah sudah membuat kakak-ku dilempar ke penjara, lalu apa yang saya katakan harus disahkan ..Yang Mulia..jika kakak saya merancang Pyebi, bukankah saya akan tahu masalah itu dan jika saya tahu masalah itu, lalu bukankah keputusan yang paling pantas adalah melemparkan saya ke penjara.

Sukjong : Jika aku tanya padamu apa kau tahu apa yang dilakukan kakakmu sebelumnya, apa yang akan jadi jawabanmu?

Ratu Jang : Jawaban itu untuk Yang Mulia apa benar-benar sangat penting...bahkan jika saya bohong atau berkata jujur, apa Anda akan percaya pada Saya atau sekarang hanya percaya pada kata-kata Dong Yi saja?

Sukjong : Ratu?

Ratu Jang : Kakak saya dan saya tidak bersalah, Yang Mulia...tolong percaya kata-kata saya, Yang Mulia, saya adalah orang yang anda tunjuk sebagai Ratu negeri ini...saya akan permisi pergi.

Ratu Jang bangkit dan akan keluar, lalu Sukjong memanggilnya.
Sukjong : Ok Jung? Sekarang masih belum terlambat...
Ratu Jang menoleh ke arah Sukjong.

Sukjong : Jika kau mengatakan yang sebenarnya padaku mengenai masalah itu, bahkan jika kejahatannya tidak termaafkan tapi paling tidak aku bisa mencari tempat di hatiku untuk memaafkanmu jadi...kumohon...

Ratu Jang : Saya tidak melakukan apapun untuk harus mendapat maaf Anda. Ini yang bisa saya katakan pada Anda, Yang Mulia.

Ratu Jang jalan keluar dengan perasaan tersinggung dari Daejeon lalu terisak ingat kata-kata Sukjong yang terakhir. Ratu Jang sudah tidak bisa kembali lagi, Ratu Jang terisak dan tanya apa Sukjong tahu jika ini bisa membuat hati Sukjong kembali padanya, dia akan mengaku kesalahan-nya lebih cepat tapi sekarang, Ratu Jang tahu dia tidak akan bisa melakukannya, jadi Yang Mulia, Anda jangan lupa, Andalah yang membuat saya seperti ini, membuat saya menjadi orang yang seperti ini. (That's because of jealousy)

Sukjong merasa sedih karena Ratu Jang tidak jujur dengannya. Dong Yi duduk di teras dan memanggil Sukjong.

Uigyeombu mulai pemeriksaan (baca: penyiksaan) mereka. Pejabat Jeon Su marah2. Han Jang Bu berkata kejahatan kalian sangat serius, mengaku saja kalau kalian keras kepala aku akan memeriksa dengan cara lain kalau perlu.

Hwang Jung Gu lapor pada Seo Yong Gi, mereka sudah mulai interogasi tapi semuanya tampaknya mengunci mulut mereka rapat2. Seo Yong Gi berkata ia tidak akan membiarkan mereka tetap diam, bawa Jang Hee Jae. Hwang Jung Gu heran tapi Seo Yong Gi memerintahnya segera. Jang Hee Jae dibawa keluar dari selnya, ia teriak2.

Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang akan berangkat dan Ny. Park menyajikan teh, ia tanya apa yang terjadi pada Jang Hee Jae. Apa lagi kata anaknya, ia ditangkap. Selesai semua. Ny. Park tidak bisa menutupi kegembiraan-nya. Tapi suaminya kesal, kau ini sangat bodoh. Istrinya heran, kalau Jang Hee Jae ditahan bukankah itu baik bagi mereka? Oh Tae Pung berkata siapa orang2 yang ada dibalik penurunan Ratu Inhyeon? Partai Namin kan.

Sekarang Jang Hee Jae ditangkap karena itu, bisa dikatakan yang menyusul belakangan adalah kita, apa kau mengerti sekarang? Ny. Park termangu. Oh Tae Pung menenangkan diri dengan minum tehnya, dan berkata, kalau dia akan ditahan juga paling tidak biarkan ia menghabiskan tehnya dulu.

Ny. Yoon pergi ke Gyotaejeon mengunjungi Ratu Jang. Ny. Yoon menangis di depan Ratu Jang apa kau sudah mendengar kalau Jang Hee Jae di-interogasi lalu meraung2 bagaimana ini bisa terjadi, lagipula ini Sukjong, bagaimana Sukjong bisa memperlakukan dirimu seperti ini.

Ratu Jang : Berhenti menangis Ibu, bahkan jika ibu menangis sampai air matamu kering, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Aku akan menyelamatkan Jang Hee Jae bagaimana pun juga, aku akan membalikkan keadaan-nya.

Partai Namin rapat darurat di rumah Oh Tae Seok dan tanya siapa Jang Hee Jae, dia adalah kakak kandung Ratu Jang tapi Sukjong tidak peduli dan tetap menyelidikinya. Ini membuktikan kalau Sukjong ingin mengacaukan partai Namin. Jika terus berlanjut maka Ratu Jang dan juga partai Namin akan terancam. Bagaimana ini.

Oh Tae Seok dan Oh Yun mengunjungi Ratu Jang.

Oh Yun berkata Sukjong memiliki bukti2 dan membuat mereka tidak punya pilihan. Oh Tae Seok berkata sepertinya Sukjong sudah membuat keputusan yang tidak tergoyahkan untuk masalah ini, bagaimana jika ini mempengaruhi posisi Ratu Jang.

Ratu Jang tanya apa yang diinginkan Oh Tae Seok, apa mungkin Oh Tae Seok ingin Ratu Jang mengorbankan Jang Hee Jae dan membiarkan ia menjadi kambing hitamnya? Oh Tae Seok berkata bagaimana Ratu Jang bisa berkata seperti itu. Jika bukan demikian kata Ratu, jangan mulai menyalahkan.

Ratu Jang berkata bukankah kalian tahu benar kalau kalian akan dipaksa masuk ke jurang, jadi jika kalian tidak ingin hancur mulai sekarang sampai ke depan, kalian harus mengikuti apa yang kukatakan.

Seo Yong Gi lapor pada Sukjong kalau proses interogasi sudah mulai dan mereka akan segera mengaku. Sukjong ingin semua yang terlibat dalam insiden ini mengatakan yang sebenarnya secara terbuka. Apa kau mengerti? Seo Yong Gi mengerti.

Oh Tae Seok terkejut sekali setelah mendengar saran Ratu Jang, kalian harus segera melaksanakan rencana ini. Ratu Jang berkata apa lagi yang lebih bahaya dari sekarang. Ini adalah satu2nya pilihan bagi kita. Ini adalah pilihan yang membuat kita bisa lolos dari kematian dan bertahan.

Oh Yun pusing bagaimanapun, Dong Yi terlalu dekat dengan Sukjong, sehingga sulit bagi mereka menyentuh DOng Yi. Oh Tae Seok berkata mereka tidak punya pilihan. Mereka tidak bisa diam saja dan menunggu dibunuh. Oh Tae Seok berkata jika mereka mengikuti saran Ratu Jang mungkin mereka bisa bertahan.

Oh Tae Seok minta Oh Yun segera melakukannya tanpa kesalahan sebelum seseorang akan mulai mengaku, kita harus menguasai situasi. Oh Yun mengerti. Ratu Jang merenung.

Dong Yi terlihat gelisah. Seol Hee datang dan memanggilnya. Keduanya sangat senang bisa bertemu. Dong Yi membawa Seol Hee masuk dan Seol Hee lega kalau Dong Yi selamat. Dong Yi berkata semua ini berkat Seol Hee, ia tidak tahu bagaimana berterima kasih pada Seol Hee.

Seol Hee berkata jangan berkata seperti itu, ia sangat senang membantu Dong Yi. Ada apa, mengapa kau ingin bertemu denganku? Dong Yi berkata, waktu itu aku pernah minta tolong sesuatu padamu. Seol Hee berkata, kau tenang saja, aku sudah memberikan buku catatan militer itu pada Pelayan Nam untuk dibawa. Dong Yi mengerti.

Pelayan Seol Hee pergi dengan bergegas. Dong Yi mengantar Seol Hee pergi dan ia ingat saat Shim Yun Taek memberikan buku militer itu pada Dong Yi dan minta agar Dong Yi menolongnya lepas dari pembuangan ini. Dong Yi berkata agar Shim Yun Taek menunggu sebentar lagi lalu ia mendengar suara dari luar.

Cha Cheon Soo tanya apa itu benar? Hwang Jung Gu membenarkan, Uigyeombu sudah selesai dalam penyelidikannya dan membebaskan semua yang ditahan sebelumnya. Dong Yi keluar dan tanya ada apa. Cha Cheon Soo berkata, Hwang Jung Gu baru saja lapor kalau Jeong Sang Gung dan Han Jung Im yang ditahan sudah dilepaskan dari Uigyeombu. Dong yi senang mendengarnya.

Jeong Sang Gung dan Jung Im kembali ke biro penyelidik internal dan Bong Sang Gung menyambut mereka, apa kau baik2 saja, kalian tidak luka kan? Jeong Sang Gung meyakinkan temannya mereka baik2 saja. Tidak perlu cemas. Eun Geum dan Shi Bi mulai merasa gelisah melihat keduanya dibebaskan. Keduanya lapor pada Yoo sang Gung. Yoo Sang Gung tidak terkejut sedikitpun dan berkata ia tahu.

Eun Geum heran melihat sikap Yoo Sang Gung, lalu bagaimana mereka bisa dilepaskan, apa mereka yang akan ganti ditahan? Yoo Sang Gung berkata itu tidak akan terjadi. Ada alasan dibalik pembebasan itu. Eun Geum tanya, apa alasannya?

Bong Sang Gung tanya apa maksud Jeong Sang Gung, ada yang aneh. Jeong Sang Gung berkata kemarin, mereka masih ditanya mengenai apa yang terjadi di pondok Ratu Inhyeon dan bahwa mereka mencelakai Ratu Jang dalam festival Chimjamrye tapi tiba2 hari ini, mereka dibebaskan begitu saja, ini aneh.

Jung Im berkata pihak Namin sekarang terdesak maka seharusnya mereka terus menekan dan menuduh mereka, tapi mengapa justru melepaskan mereka. Ini mencurigakan. Bong Sang Gung : berarti akan terjadi sesuatu.

Sukjong juga tahu bahwa Uigyeombu tiba2 membebaskan semua tersangka. Do Seong Ji berkata Uigyeombu tidak bisa menemukan kesalahan jadi melepaskan semua tahanan. Sukjong tidak mengerti dengan keputusan itu. Sukjong mengira mereka tidak akan semudah itu melepaskan tahanan.

Kasim Han masuk dan lapor semua anggota partai Namin sudah berkumpul di Geunjeong (balairung singgasana) untuk menyampaikan petisi. Mereka menunggu Sukjong. Sukjong tiba dan menghadiri sidang, apa yang kalian inginkan?

Ratu Jang dan rombongannya tiba di Uigyeombu. Kapten Uigyeombu terkejut melihat kehadiran Ratu. Ratu Jang berkata ia kesini ingin bertemu Jang Hee Jae. Kapten itu minta maaf, karena penyelidikan masih berlangsung, Jang Hee Jae tidak boleh dikunjungi.

Ratu Jang membentak petugas Uigyeombu, berani sekali kau pada otoritas Ratu. Apa kau tidak mendengar? Jika kau berani kurang ajar kau akan menerima akibatnya. Minggir.

Ratu Jang menemui kakaknya yang luka2 dan merintih. Ratu Jang terkejut, Orrabuni bagaimana lukamu bisa demikian parah? Jang Hee Jae menenangkan Ratu Jang, ia tidak apa-apa. Ia justru lebih mencemaskan keadaan Ratu Jang.

Ratu Jang tercekat melihat kondisi kakaknya. Jang Hee Jae minta agar Ratu jangan mengampuninya, ini semua terjadi karena kekurangannya. Ratu Jang berkata ini bukan salah kakaknya.

Ini adalah salahku, yang tidak menurutimu ketika kau minta agar aku tidak membiarkan Dong Yi ada di dekatku dan aku harus menerima akibatnya. Ini semua adalah tanganku yang melakukannya. Aku akan memperbaiki situasinya dan tidak akan membiarkan kau menderita.


Sukjong tanya apa maksud mereka tidak akan mengakui pengesahan bukti? Oh Tae Seok berkata dewan tidak mengakui keabsahan bukti jadi ini tampaknya Jang Hee Jae sudah diperlakukan salah.

Sukjong jelas terlihat kesal.

Oh Yun berkata bahwa penangkapan Jang Hee Jae hanya didasarkan pada bukti yang diberikan oleh Dong Yi lalu ditangkap oleh Uigyeombu. Lalu siapa Dong Yi itu? Bukankah dia adalah orang yang diduga menyulut api di Nae Su Sal dan kemudian lari dari istana. Sukjong membela : Dia terancam.

Oh Tae Seok berkata itu juga hanya kata Dong Yi. Sukjong tanya apa maksudnya. Oh Tae Seok berkata insiden yang menyangkut Ratu Jang, mereka tidak punya bukti nyata, jadi semua tersangka sudah dilepaskan tanpa tuduhan.

Situasinya akan mirip karena hanya berdasar pada bukti Dong Yi menuduh Jang Hee Jae, ini adalah ketidak-adilan.

Semua anggota Namin mengatakan hal yang sama. Oh Yun berkata mereka harus memeriksa keabsahan kesaksian Dong Yi.

Sukjong tertawa, ini yang kalian inginkan. Inilah alasan mengapa Uigyeombu segera menutup kasus ini. Oh Tae Seok berkata tidak ada motif lain dalam pembebasan. Oh Tae Seok berkeras mereka melakukan penyelidikan yang adil dan terbuka. Oh Tae Seok minta Sukjong menyerahkan Dong Yi. Sukjong terkejut.

Oh Tae Seok berkata semua bukti yang dimiliki Sukjong adalah berasal dari kesaksian Dong Yi. Jadi Dong Yi juga harus diperiksa bukan oleh istana tapi oleh Uigyeombu dan memeriksa apakah ada kesalahan dalam bukti2nya. Pihak Namin mendesak agar Sukjong mempertimbangkannya.

Sukjong murka!

Sukjong menghantam mejanya. Ini yang diincar partai Namin, mereka menginginkan Dong Yi, mereka ingin menguji bukti dari Dong Yi dan juga kesaksiannya. Seo Yong Gi tanya lalu bagaimana mereka harus mengatasi ini. Sukjong berkata : Aku tidak akan menyerahkan Dong Yi pada mereka dan ini tidak akan pernah terjadi!

Dong Yi dengar dari Cha Cheon Soo kalau partai Namin ingin Sukjong menyerahkan dirinya pada mereka. Cha Cheon soo membenarkan, itu karena bukti2 darimu mungkin bisa mengancam kelangsungan partai mereka dan membuat mereka terpojok, sekarang mereka menyerangmu. Cha Cheon soo menenangkan, ini tidak akan terjadi, kau tidak akan pernah jatuh ke tangan mereka.

Dong Yi ingat kata2 Ratu Jang : Tidak..! Kau salah, permintaan maaf itu bagi yang lemah pada yang kuat, apakah benar atau tidak itu tidak penting..Aku harap kau ingat ini, tidak akan lama lagi aku akan menjadi yang terutama di Gyotaejeon dan sebelum itu terjadi, aku akan mengusirmu keluar dari istana ini dan tidak akan pernah bisa menginjakkan kakimu lagi ke istana ini.

Dong Yi berkata, Ratu Jang salah, maaf bukan untuk yang lemah pada yang kuat dan Dong Yi bersumpah aku akan benar2 kembali ke istana.

Ny. Yoon datang menemui Ratu Jang. Ratu Jang tanya pada Jo Sang Gung apa perkembangan di Daejeon? Jo Sang Gung berkata kedua pihak tidak sepakat dan para sarjana mulai menyuarakan keluhan mereka. Ratu Jang mengerti dan minta Jo Sang Gung pergi.

Ny. Yoon cemas, apa masalah ini bisa segera diselesaikan. Ratu Jang berkata ini belum cukup. Dewan istana ingin mendebat keabsahan bukti yang diberikan Dong Yi pada Sukjong tapi Sukjong mungkin menolak menyerahkan Dong Yi. Ny. Yoon tanya apa yang akan mereka lakukan Dong yi di...

Ratu Jang berkata jika Dong Yi menghilang dari dunia ini maka buktinya akan jadi tidak sah.

Oh Yun mondar mandir dan anak buahnya datang melapor. Oh Yun tanya apa sudah pasti? Anak buahnya memastikan, mereka mengamati pergerakan perawat istana.

Oh Yun berkata semua sudah siap. Oh Tae Seok berkata bahwa penjaga akan sulit ditembus. Oh Yun : Tapi hanya sedikit, sekitar 10 orang. Oh Tae Seok : Jangan membuat kesalahan, kau harus menghabisinya dalam sekali serangan mematikan. Oh Yun mengerti.

Dong Yi bertemu Seo Yong Gi di kediaman Sukjong. Dong Yi berkata ia akan memenuhi permintaan Uigyeombu dan ia akan melakukannya. Seo Yong Gi tidak mengijinkan. Dong Yi menjawab jika ia tidak melakukannya mereka akan berkata kalau bukti-bukti itu palsu dan bohong.

Dong Yi berniat pergi ke istana untuk bersaksi. Seo Yong Gi : Apa kau tahu atau mempertimbangkan keinginan Sukjong yang ingin menjaga keselamatanmu, Sukjong tidak akan mengijinkan Dong yi pergi ke Uigyeombu untuk menderita dalam interogasi.

Dong Yi berkata tapi duduk disini dan tidak melakukan apa-apa membuatnya semakin sulit. Semua penderitaan dan pertaruhan nyawa yang ia lakukan adala demi Sukjong bisa mengungkapkan kebenarannya dan saat ini, ia tidak akan diam saja dan tidak melakukan apapun. Dong Yi memohon pada Seo Yong Gi, ijinkan saya pergi ke Uigyeombu untuk bersaksi demi Yang Mulia, Tuan. Saya akan melakukannya.

Do Seong Ji mencoba menasihati tapi Sukjong tidak mau mendengar lagi. Do Seong Ji berkata mereka menekan karena mereka memiliki hak untuk itu. Sukjong tidak bisa mengabaikannya begitu saja permintaan mereka.

Sukjong : Jadi kau sekarang mengusulkan padaku untuk menyerahkan DOng Yi pada mereka?

Do Seong Ji : Kita tidak bisa membuat DOng Yi tinggal di kediaman pribadi selamanya, Yang Mulia. Yang terbaik adalah membawa Dong Yi ke istana. Sukjong benar2 kesal.

Pembunuh mengamati suasana kediaman pribadi Raja. Sukjong merenung dan berpikir lalu memanggil Kasim Han.

Pembunuh menyelinap dan melumpuhkan penjaga, mereka semakin mendekati kediaman Raja dan berkata mereka harus membunuh Dong Yi bagaimanapun juga. Mereka bertempur dengan penjaga. Cha Cheon Soo menghadapi mereka (wii rasakan!)

Siapa kau? tanya mereka. Cha Cheon Soo berkata dia-lah yang seharusnya tanya. Cha Cheon Soo melumpuhkan mereka dengan enteng lalu pengawal istana datang dalam jumlah banyak, membuat pembunuh itu kabur. Cha Cheon Soo memerintah : Kejar mereka! (habis kalian!)

Para pembunuh berkata, ada masalah, tempat ini dikepung. Mereka harus segera pergi tapi langkah mereka terhenti oleh hujan anak panah di depan mereka, mereka terkepung.

Seo Yong Gi datang dan memerintah agar mereka meletakkan senjata. Hwang Jung Gu : tenang dan jatuhkan senjata kalian.

Sukjong mendengar kediaman pribadi-nya sudah disusupi pembunuh. Seo Yong Gi membenarkan. Sukjong cemas, dimana Dong Yi apa ia selamat? Seo Yong Gi berkata, ini melegakan karena ketika pembunuh itu datang Dong Yi tidak di tempat.

Sukjong : Dia tidak disini? Apa katamu? lalu dimana Dong Yi sekarang...

Menteri Jung In Guk, Ahn Sang Gung dan Jung Geum menunggu di luar pondok Ratu Inhyeon. Dong Yi ada di dalam menemui Ratu.

Ratu Inhyeon : Aku tidak bisa membayangkan aku akan bisa bertemu denganmu lagi seperti ini, ini benar2 tidak bisa dipercaya.
Dong Yi : Yang Mulia?

Ratu Inhyeon : Aku sudah mendengar, demi aku kau sudah mempertaruhkan nyawamu dan hampir mati juga sangat menderita. Aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata2 penghargaan dan rasa terima kasihku padamu.

Dong Yi : Tidak sama sekali, Yang Mulia..saya hanya melakukan kewajiban saya. Bagaimana Anda bisa mengatakan itu?

Ratu Inhyeon : Tidak Dong Yi..aku tahu benar bagaimana resiko dan bahaya situasi saat ini. Aku juga mendengar bahwa pihak partai Namin memaksakan petisi untuk membuat Yang Mulia menyerahkan-mu pada mereka.
Dong Yi : Ya, Yang Mulia. Sebenarnya karena masalah ini, saya datang menemui Anda.

Ratu Inhyeon heran.
Dong Yi : Saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan bukti2 itu agar bisa mengungkapkan kebenarannya, jika kebetulan itu gagal, Saya takut ini akan berbalik menyerang Anda Yang Mulia Ratu, Saya sangat cemas karena itu.

Ratu Inhyeon : Jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan bisa menebus rasa terima kasihku di kehidupan ini, bagaimana kau bisa berkata seperti itu?
Dong Yi masih cemas. Yang Mulia?

Ratu Inhyeon : Sejujurnya, Aku juga punya sesuatu yang penting untuk dikatakan padamu, aku perlu membicarakan masalah ini...ini tentang Yang Mulia, DOng Yi.

Dong Yi terkejut dan Ratu Inhyeon tersenyum.


Ratu Inhyeon : Kau tidak tahu?..kau sudah ada dalam hati Yang Mulia.
Dong Yi : Yang Mulia? Itu...

Ratu Inhyeon : Dong Yi, mulai sekarang kau harus mendengarkan dan mematuhi perkataanku..sebenarnya aku takut kalau demi aku kau sudah menekan perasaan-mu sendiri tapi aku mohon kau tidak melakukannya. Bagiku, aku akan merasa paling bahagia jika kau bisa menerima hati Yang Mulia dan berharap kau akan siap menerimanya.

Dong Yi : Yang Mulia?

Ratu Inhyeon : Di masa lalu aku selalu berharap aku ini bukan Permaisuri Yang Mulia tapi hanya sebagai wanitanya tapi sekarang bukan lagi, aku sudah tahu ini sejak lama, itu bukan tempatku lagi...dalam hati Yang Mulia, di tempat itu, orang yang tinggal di situ bukan lain adalah kau, Dong Yi, jadi kau harus bersama Yang Mulia di sisinya.

Dong Yi : Yang Mulia Ratu? Bagaimana saya bisa? Bagaimana saya bisa berani..saya tidak pantas.

Ratu Inhyeon : Tidak..bukan layak atau tidak, Yang Mulia sudah menyukaimu sejak lama jadi jangan ragu, lakukan yang terbaik untuk menerima hati Yang Mulia dengan bahagia dan bukalah hatimu untuknya, ini adalah permintaanku yang tulus sebagai Ratu Negeri ini padamu.

Dong Yi : Yang Mulia? Dong Yi benar2 sangat terkejut dengan permintaan Ratu Inhyeon. Dong Yi keluar dari pondok Ratu Inhyeon. (Sejarah mencatat pada akhirnya, permintaan terakhir Sukjong adalah dikubur disamping makam Ratu Inhyeon, istri setianya)

Sukjong marah melihat Dong Yi kembali dari luar.

Sukjong : Kau...anak nakal...
Dong Yi : Yang Mulia! Dong Yi segera memberi salam.

Sukjong : Ada apa sebenarnya denganmu? Apa yang sudah kukatakan padamu? Bukankah aku berkata untuk tetap tinggal di kediaman-ku tidak pergi lari kesana sini, bukankah aku berkata tidak ada yang harus kau lakukan atau campuri, tinggal saja disini.

Dong Yi : Yang Mulia kapan Anda tiba disini?
Sukjong : Mengapa? kau ingin menyembunyikan sesuatu? dan pergi keluar untuk membuat masalah dan berpikir aku tidak akan tahu. Sekarang aku sudah menangkap basah dirimu dan kau sekarang ketakutan?

Dong Yi : Bukan seperti itu...saya minta maaf Yang Mulia, meskipun saya tahu berbahaya pergi keluar dari kediaman ini tapi saya harus pergi ke satu tempat.

Sukjong : Ya, kapan kau pernah memikirkan keselamatanmu sendiri dalam resiko ancaman kematian. Aku pikir kau akan patuh dengan perintahku tapi sepertinya aku dibodohi.

Dong Yi : Yang Mulia?
Sukjong : Baiklah, ini sudah cukup. ini karena kau tidak patuh kau terhindar dari percobaan pembunuhan. Karena kau sudah keluar tanpa ijin. Benar, setelah ini akan sulit bagimu untuk mematuhi apa yang kukatakan.

Dong Yi : Apa yang Anda katakan?...

Cha Cheon Soo mendengar kalau Dong Yi dan Sukjong pergi keluar bersama. Seo Yong Gi membenarkan. Cha Cheon Soo cemas jika ada yang melihat, mereka mungkin akan mencoba membunuh Dong Yi. Seo Yong Gi menenangkan, mereka tidak akan bertindak ceroboh, karena Sukjong ada di sisinya.

Seo Yong Gi berkata ada yang harus ia katakan pada Cha Cheon Soo, inilah mengapa Seo Yong Gi menunggunya. Sukjong sudah memberikan pesan pada Seo Yong Gi sebelum ia pergi dan ia harus mengatakan ini juga pada Cha Cheon Soo.

Sukjong dan DOng Yi pergi ke kedai minum. Sukjong minum dan Dong Yi berbisik
Dong Yi : Yang Mulia? Apa ini tidak apa-apa? Bagaimana jika ada yang melihat kita, apa yang harus kita lakukan?

Sukjong berbisik juga : Ada pengawal yang menjaga di pintu keluar dan kau tidak perlu cemas mengapa kau lebih gelisah daripada Penguasa negeri ini, jika orang tidak tahu mereka mungkin mengira kau adalah Rajanya.
Dong Yi : sssst...turunkan nada suara Anda.


Dong Yi : Yang Mulia?
Keduanya ketawa.

Dong Yi : Mengapa tiba2 Anda ingin pergi minum di kedai?

Sukjong : Selama kau tidak ada, aku ingin sekali pergi ke kedai. Waktu itu disini karena kau aku menyadari impianku..hanya menjadi pria biasa dijalan, bukan saja pernah diinjak punggungnya, dihukum minum, dan juga makan kulit babi, ini semua sangat menarik bagiku sebagai Raja..
Dong Yi : sssst..Yang Mulia! Sssh!
Sukjong : ssssh!

Dong Yi : Yang Mulia! mengapa setiap kali dan kesempatan Anda selalu mengungkit masalah itu, sekarang seharusnya sudah berlalu.
Sukjong : Bagaimana aku bisa menganggap itu sudah berlalu, sampai aku mati aku tidak akan melupakan itu.
Dong Yi : Yang Mulia?
Sukjong : Ini semua karena kemurahannya untuk menahan ini semua.
Dong Yi : Ya. Ini kemurahan...ada kemungkinan karena kemurahan, Anda akan selalu menyinggung masalah itu untuk mengolok-olok saya.
Sukjong : Tentu saja...ya bisa dikatakan aku akan menggunakan masalah ini untuk mengolok-olokmu.
Dong Yi : Oh! Kau ini..
Sukjong dan Dong Yi tertawa

Dong Yi : Tapi Yang Mulia, ada yang harus saya katakan. Saya sudah mendengar apa yang terjadi di sidang dewan istana hari ini.
Sukjong : Dong Yi..itu hanya...

Dong Yi : Saya ingin masuk ke istana untuk memberikan bantuan, mohon ijinkan saya melakukan-nya untuk segera mengatasi masalah ini.
Sukjong : Kau ini Gungnyeo yang tidak punya kekuasaan. Tidak-kah kau takut apa yang mungkin mereka lakukan padamu?
Dong Yi : Sekarang saya tidak lagi punya ketakutan itu..dalam istana saya punya Yang Mulia untuk menjaga saya.
Sukjong : Dong Yi?

Dong Yi : Jadi saya tidak takut...Saya punya pendukung yang kuat. Penguasa berdiri dibelakang saya, siapa yang berani mencelakai saya? Jadi mohon jangan cemas, Yang Mulia..jika saya diijinkan kembali ke istana, lalu saya mungkin bisa memberikan bantuan pada Anda untuk urusan ini.

Sukjong : Demi aku..
Dong Yi : Ya..saya ingin bekerja dengan Jeong Sang Gung dan Bong Sang Gung dan juga rekan dari biro penyelidik internal seperti sebelumnya.
Sukjong : Biro Penyelidik Internal?

Dong Yi : Ya, jika saya bisa kembali ke Biro Penyelidik untuk mencari keadilan, inilah yang saya ingin lakukan, begitulah saya akan diakui dalam memberikan bantuan pada Yang Mulia...Karena sekarang Anda menjadi penjaga saya, maka saya tidak takut apapun...Yang Mulia.

Sukjong : Benarkah?
Dong Yi : Yang Mulia saya mohon ijinkan permintaan saya.
Sukjong berpikir dan menghela nafas, ini benar-benar...
Dong Yi : Chon Na?

Sukjong : Baiklah. Aku juga, bisa atau tidak memberimu kekuatan, tapi ijinkan aku melakukan sesuatu untukmu.
Dong Yi heran.
Sukjong : Untukmu..demi menjaga keselamatanmu, apapun harus kulakukan.
Dong Yi : Apa maksud Anda?

Sukjong kembali ke Daejeon dan mengeluarkan sepatu indah yang ia buat untuk Dong Yi dan menyentuhnya dengan penuh kasih sayang lalu ia berpikir. Kasim Han masuk dan mengumumkan Do Seong Ji tiba.

Do Seong Ji masuk dan memberi hormat, Anda memanggil saya Yang Mulia? Sukjong ingin Do Seong Ji memanggil semua Menteri ke Geunjeong besok pagi. Do Seong Ji mengerti.

Paginya, Kasim Han mengunjungi kediaman pribadi Raja, Dong Yi memberi salam. Kasim Han berkata dia datang untuk membawakan keputusan Raja pada Dong Yi untuk segera masuk ke istana. Dong Yi heran. Dong yi menerima seperangkat busana.

Dong Yi membukanya dan ia kaget sekali melihat isi kotak itu...lalu tanya Kasim Han, apa maksudnya ini?

Kasim Han berkata ini adalah anugerah Sukjong padanya, saat Anda masuk istana Anda harus mengenakan busana ini. Dong Yi kaget sekali : Oh Si (busana) ini bukan busana untuk dikenakannya, ini...

Yeong Dal memanggil Hwang Ju shik dan berkata akhirnya DOng Yi akan kembali. Hwang Ju shik tanya mengapa ia kembali? itu sama saja mengirim kambing ke sarang harimau. Tapi kata Yeong Dal, ada yang aneh tentang kembalinya Dong Yi kali ini.

Hwang Ju shik : Tentu saja dia akan masuk sarang harimau mungkin ia akan diseret kembali ke istana seperti domba sembelihan. Yeong Dal berkata tapi DOng Yi mengenakan busana. Hwang Ju shik tanya ada apa dengan pakaiannya, apa compang camping karena disiksa?

Bukan itu kata Yeong Dal, hanya aneh. Hwang Ju Shik kesal, aneh bagaimana dan ia mencubit Yeong Dal. Yeong Dal marah dan pergi.

Sukjong bergegas ke Daejeon untuk menghadapi sidang. Sukjong masuk.

Sukjong : Baik! Untuk semua yang sudah hadir disini permohonan kalian agar Nain Cheon di selidiki aku ijinkan.

Dewan istana saling berbisik dan bergumam satu sama lain, apa yang terjadi sebenarnya?

Sementara itu...Kasim Han memerintah agar tandunya dibawa ke istana dengan cepat.

Sukjong : Aku sudah mengijinkan Uigyembu untuk menyelidiki Nain Cheon tapi sebelum itu, aku akan memberi tahu semua yang hadir disini, ada sesuatu yang harus diketahui. Hari ini Nain Cheon yang akan masuk ke istana bukan lagi seorang Gungyeo biasa.

Oh Tae Seok tanya apa maksud Sukjong, Dong Yi bukan lagi Gungyeo dari biro penyelidik internal?

Sukjong : Nain Cheon..mulai sekarang anak itu adalah Gungnyeo yang sudah mendapat anugerah Raja dan semua protokoler yang pantas untuk anugerah itu.

Dewan Istana ternganga dan bergumam, lalu Oh Tae Seok tanya apa maksud anugerah Raja?

Dong Yi masuk ke Daejeon dengan tandu bersama rombongan dan dia melangkah keluar dari tandu mengenakan sepatu yang dipesan Sukjong dan melihat ke sekelilingnya. Semua staf kerajaan membungkuk memberi hormat padanya.

Dong Yi menarik nafas dalam-dalam dan melangkah menuju Daejeon.

Dong Yi masuk ke istana dengan posisi sebagai Sung Eun Sang Gung


Note :

Dong Yi diangkat Sukjong jadi Sang Gung yang dikhususkan bagi Raja, jadi belum jadi selir resmi. Sama seperti dayang istana Lee yang dijadikan Dayang khusus waktu itu dalam Dae Jang Geum.

Bedanya, dalam kasus Dong Yi, Sukjong sama sekali belum menyentuh Dong Yi (if ya know what I mean), jadi ini kamuflase demi menjaga keselamatan Dong Yi. Tapi bagaimanapun pernikahan pura2 ini "mengganggu" Sukjong, nanti di ep 31, Sukjong akan gelisah hahaha

Dalam sejarah tidak ada catatan mendetil mengenai Dong Yi, tapi pernah disebutkan, sebelum jadi Suk Bin, ia memang pernah dipanggil dengan panggilan Sung Eun Sang Gung.

Sukjong nanti akan memberikan cincin jade pada Dong Yi yang kelak di serial Yi San akan diteruskan Choi Suk Bin pada Yeong Jo dan akan diberikan Yeong Jo pada Seong Eui Bin (Seong Song Yeon) sebagai tanda cinta.

Dong Yi 29

Jumat, 02 Juli 2010

Dong Yi episode 29

Oh Yun mondar mandir dan gelisah. Anak buahnya kembali, ia tanya bagaimana hasilnya, mana Dong Yi. Anak buah Oh Yun lapor, mereka kehilangan Dong Yi. Jang Hee Jae datang dengan berlari dan tidak percaya apa yang sudah didengarnya.

Anak buah Oh Yun berkata Dong Yi lolos, padahal mereka sudah mencari ke seluruh penjuru istana, tapi tidak bisa menemukan Dong yi. Jang Hee Jae murka dan menendang dan memukul anak buah Oh Yun, beraninya kau memberikan jawaban seperti itu! Bagaimana bisa kalian melepaskan Dong Yi!

Oh Yun minta Jang Hee Jae berhenti, tapi Jang Hee Jae tidak mau mendengarnya. Oh Yun jadi marah dan menahan Jang hee Jae, beraninya kau menyakiti anak buahku! Jang Hee Jae : Apa kau tidak dengar? Lepaskan aku!
Oh Yun membentak : Tutup mulutmu! Ini semua salahmu, kau tidak menghabisinya saat itu. Apa aku benar?
Jang Hee Jae merasa Oh Yun benar, ia teriak dengan kesal.

Ratu Jang mendapat laporan dari Jo Sang Gung kalau Sukjong tidak ada di Daejeon. Baginda keluar 2 jam yang lalu dan belum kembali, Yang Mulia. Ratu Jang duduk dan merenung, dimana Sukjong sekarang, ini sudah sangat malam. Apa staf Daejeon mengatakan kemana Sukjong?
Jo Sang Gung berkata dia tidak tahu tapi Sukjong hanya berkata ia ingin jalan2 cari udara segar hanya sekarang sudah terlalu lama, staf Daejeon juga mulai panik karena cemas.

Yeong Sun lari dan lapor kalau Jang Hee Jae ingin bertemu Ratu Jang. Ratu Jang menemui kakaknya dan tanya bagaimana perkembangannya.

Jang Hee Jae hanya menghela nafas. Ratu Jang sadar kakaknya gagal lagi. Jang Hee Jae ingin meyakinkan Ratu Jang lagi tapi tampaknya sekarang Ratu tidak terlalu percaya lagi.

Ratu Jang : Apa kau tahu Sukjong tidak ada di tempat sekarang dan tidak seorang pun tahu dimana dia.

Jang Hee Jae tidak mengerti maksud Ratu Jang. Ratu Jang berkata mimpi terburuk-ku adalah bagaimana jika Sukjong sudah bertemu Dong Yi lalu...
Jang Hee Jae berkata itu tidak mungkin, mereka saja tidak bisa, bagaimana mungkin sukjong bisa menemukan Dong Yi. Ratu Jang menghela nafas dalam-dalam (Well, Jang Hee Jae tidak tahu bagaimanapun Ratu Jang itu istri Sukjong dan isteri2 biasanya punya indera ke-6 yang tahuuu aja hahahaha)

Sukjong ada di kediaman pribadinya letaknya diluar lokasi istana. Sukjong minta Seo Yong Gi dipanggil, anak buahnya mengerti dan pergi. Sukjong minta Kasim Han memanggil tabib istana untuk datang ke tempat ini. Sukjong berkata tabib istana harus memeriksa kondisi Dong Yi. Dong Yi jadi sangat kurus sejak ia menghilang dari istana dan harus memeriksa apakah lukanya sudah sembuh atau dia sakit di bagian lain, tidak boleh ada yang terlupakan, apapun yang diminta tabib, berikan saja. Apa kau sudah jelas?

Kasim Han membungkuk. Sukjong tanya dimana Dong Yi? Kasim Han berkata dia ada di halaman dalam.

Dong Yi menyentuh haegeum kakaknya dan ingat setelah Sukjong memeluknya, ia berkata apa Dong Yi tahu betapa sulitnya Sukjong menemukan Dong yi, dan ia hampir tercekik dan hatinya rasanya akan meledak karena ketakutan. Sukjong takut kalau ia tidak akan pernah melihat Dong Yi lagi.

Sukjong tanya kau kemana saja selama ini, kau masih hidup tapi tidak mencariku.
Dong Yi minta maaf dan berkata ia sangat ingin bertemu Sukjong dan benar2 berharap menemui Sukjong, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya menemui Sukjong.

Sukjong menggeleng, Dong Yi tidak perlu minta maaf, dialah yang seharusnya minta maaf pada Dong Yi karena dialah yang sudah jahat dan menyebabkan Dong Yi harus menderita. Sukjong lalu memeluk Dong Yi lagi.

Sukjong menemui Dong Yi. Dong Yi sadar dan segera berdiri dan menghormat. Sukjong berkata lagi ini bukan mimpi kan melihat Dong Yi benar2 berdiri di depannya sekarang?

Sukjong mengambil tangan Dong Yi dan Dong Yi jadi malu.

Keduanya masuk ke dalam, Dong Yi meletakkan haegeum kakaknya dan berkata dia masih tidak berani percaya kalau Sukjong menemukannya melalui permainan haegeum-nya. Sukjong ingat dulu sudah lama sekali, saat ia pulang dari perjalanan malam, ia mendengar suara haegeum, dan sejak saat itu ia tidak bisa melupakan suara haegeum yang penuh dengan kesedihan. Sukjong tidak menyangka ternyata pemainnya adalah Dong Yi.

Meskipun Dong Yi dekat dengan Sukjong, tapi Sukjong merasa sangat sedikit hal yang ia ketahui tentang Dong Yi, apalagi ketika Dong Yi menghilang, Sukjong dilanda ketakutan kalau2 tidak akan pernah melihat Dong Yi lagi. Selama ini ia meminta Seo Yong Gi untuk mencari berita mengenai Dong Yi.

Sukjong berkata ia menyadari ada beberapa kali Dong Yi pernah mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya pada Sukjong, tapi ia justru menghindari masalah itu, dan itu membuat Dong Yi harus disalahkan dan menderita karena masalah ini.

Dong Yi berkata itu sama sekali bukan apa-apa, ia justru takut Sukjong akan bersedih dan terluka jika ia mengatakan yang sebenarnya. Dong Yi berkata Sukjong jangan menyalahkan diri sendiri, Sukjong-lah yang menemukannya. Dong yi berkata ia takut tidak akan bisa masuk ke istana lagi dan takut kalau ia tidak bisa melihat Sukjong lagi, itu adalah ketakutan dalam hatinya tapi pada akhirnya Sukjonglah yang menemukannya. Dong Yi tersenyum.

Sukjong berkata melihatmu tersenyum di depanku lagi, aku akan mati tanpa penyesalan, ini yang kurasakan sekarang. Dong Yi terharu.

Cha Cheon Soo lari dan menemui Seo Yong Gi. Seo Yong Gi berkata bagus, kau datang secepat mungkin. Jika tidak, kami akan keluar mencarimu. Seo Yong Gi berkata Dong Yi sudah ditemukan. Dong Yi sekarang bersama Sukjong di rumah pribadi Raja. Cha Cheon Soo terkejut.

Cha Cheon Soo dan Seo Yong Gi pergi ke kediaman pribadi Sukjong dan Sukjong mengundang keduanya masuk. Seo Yong Gi berkata mereka datang karena mendengar kalau Dong Yi ada di sini. Sukjong membenarkan dan meyakinkan mereka kalau Dong yi disini dan ia selamat.

Sukjong : Apa yang kalian tunggu, pergilah menemui Dong Yi, dia ada di halaman dalam. Cha Cheon Soo langsung lari menemui Dong Yi. Seo Yong Gi memilih tetap tinggal dengan Sukjong.

Cha Cheon Soo melihat Dong Yi melihat ke langit dan ia memanggilnya. Dong Yi menoleh dan sangat gembira melihat Cha Cheon soo. Dong yi lari : Orrabuni! Cha Cheon Soo tanya apa kau baik2 saja, apa kau kesakitan atau tidak sehat.

Dong Yi menggeleng, Cha Cheon Soo tanya lagi apa Dong Yi terluka atau ada yang luka. Dong Yi meyakinkan Cha Cheon soo, ia baik2 saja dan Cha Cheon Soo menggenggam kedua tangan Dong yi. Dong Yi minta maaf karena dia membuat janji dengannya tapi ia kembali sangat terlambat.

Cha Cheon Soo berkata tidak apa-apa, ini sudah cukup, bisa melihatmu lagi seperti ini, sudah cukup bagiku...dan Cha Cheon soo memeluk Dong Yi erat-erat. Dong Yi senang bertemu Cha Cheon Soo.

Sukjong tanya pada Seo Yong Gi mengapa dia tidak menemui Dong Yi. Seo Yong Gi berkata sudah cukup baginya tahu kalau anak itu aman. Seo Yong Gi berkata lebih baik membiarkan kedua saudara itu bertemu. Sukjong merasa lega karena Cha Cheon Soo. Sukjong bisa merasa tenang. Daripada orang lain, Sukjong akan lebih bisa mempercayai Cha cheon Soo dalam menjaga keselamatan Dong Yi.

Sukjong berkata bahwa sebentar lagi pasti akan terjadi kekacauan dan ia takut dengan keselamatan Dong Yi di Doseong. Ia akan lebih terancam dari sebelumnya.

Seo Yong Gi heran, apa maksud Sukjong dengan Dong Yi dalam bahaya?

Sukjong memberikan bukti pada Seo Yong Gi, Dong Yi memberiku ini, bukti yang ia dapat dari Nae Su Sal.

Seo Yong Gi membacanya. Sukjong berkata dengan membaca ini kau akan mengerti. Penurunan Ratu Inhyeon itu tidak benar dan kesaksian Tabib istana itu meragukan. Ada catatan dalam jurnal Nae Su Sal yang mengurus aset Keluarga Kerajaan. Seo Yong Gi berkata Sukjong sudah tahu, semua pejabat tinggi Nae Su Sal dari partai Namin. Sukjong membenarkan.

Sukjong : Pejabat itu mungkin terlibat dengan insiden Ratu Inhyeon dan akibatnya, ini akan menjadi bukti penting untuk dihubungkan dengan keterlibatan Ratu Jang dan partai Namin.

Ratu Jang merenung dan memanggil Jo Sang Gung. Ratu Jang tanya apa Sukjong masih belum kembali ke istana? Jo Sang Gung membenarkan.

Ratu Jang minta Jo Sang Gung siap2 ia sendiri akan pergi ke Daejeon untuk bertanya pada staf kemana Sukjong pergi. Jo Sang Gung menasihati agar Ratu Jang jangan pergi karena belum sehat benar. Ratu Jang : Apa kau tidak mendengar permintaanku untuk segera bersiap? Aku ingin pergi segera!

Sukjong masuk dan Dong Yi berdiri menghormat. Sukjong minta Dong Yi duduk.

Sukjong : Dengar, tidak lama lagi tabib istana akan datang, dia akan membaca nadimu dan memeriksa kondisimu dan juga membuat resep obat kalau perlu.
Dong Yi : Yang Mulia? Tabib istana? Ini benar2 tidak perlu...tolong batalkan perintah Anda.

Sukjong : Kau mulai lagi! Kau baru saja kembali dan kau sudah mulai melawan dan tidak menuruti perintahku, kan? Sekali saja aku mohon padamu agar kau mau mendengar apa instruksiku dan menjawab iya.

Dong Yi : Yang Mulia, bukan begitu. Saya tidak sakit bagaimana orang seperti saya berani diperiksa dan menyusahkan Tabib istana yang bertugas untuk menjaga kesehatan Anda, justru membaca nadiku.

Sukjong : Apa maksud kata-kata "orang seperti saya" Kau masih tidak mengerti...
Dong Yi : Apa?

Sukjong : Kau ini bisa dikatakan...tunggu...kau ini bagiku seperti kau adalah bagian dari tubuhku jadi tentu saja kau lebih dari pantas untuk diperiksa oleh Tabib istana.
Dong Yi terlihat bingung dan Cha Cheon Soo masuk, ia tidak sengaja mendengarnya.

Sukjong : Jangan pernah membuat...Aku tidak berharap melalui penderitaan lagi tanpa dirimu...jadi kau harus mulai memikirkan bagaimana perasaanku.
Dong Yi : Chon Na?

Sukjong menyadari kehadiran Cha Cheon Soo dan menyambutnya. Cha Cheon Soo masuk dan memberi salam. Sukjong minta sebelum semua masalahnya selesai, Cha Cheon Soo harus menjaga keselamatan Dong Yi. Cha Cheon Soo mengerti, ia akan melakukannya. Dong Yi masih kelihatan bingung.

Ratu Jang menuju ke Daejeon dan Kasim menyambutnya. Ratu Jang tanya apa sudah ada kabar dimana Sukjong? Kasim berkata belum, mereka belum bisa menemukan Sukjong. Ratu Jang marah dan berkata ini bukan saatnya membuat alasan, bukankah kalian staf Daejeon tapi tidak tahu dimana Sukjong berada, lalu Ratu Jang membentak apa yang kalian lakukan?

Kasim itu minta maaf. Ratu Jang : Apa lagi yang kau tunggu? Panggil pengawal istana untuk membantu mencari Baginda, apa Baginda selamat.
Sukjong datang : Tidak perlu.

Ratu Jang terkejut melihat Sukjong lalu menghampiri dan memberi hormat. Sukjong berkata apa yang dilakukan Ratu Jang malam2 disini? Ratu Jang mendengar kalau Sukjong tidak ada di Daejeon dan ini sangat larut, jadi dia mencemaskan Sukjong. Sukjong berkata udaranya dingin dan Ratu membuang tenaga saja datang ke tempat ini, jadi kembalilah ke kediamanmu karena kesehatanmu belum pulih.

Sukjong jalan melewati Ratu Jang, Ratu Jang berkata ada yang harus ia katakan pada Sukjong. Sukjong minta Ratu mengatakan-nya lain waktu saja. Sukjong melewatinya tanpa melihatnya. Sukjong masuk ke Daejeon.

Ratu Jang terpana dan pintu Daejeon tertutup di depannya. Sukjong duduk di kamar bacanya dan berpikir.

Ratu Jang kembali ke kediaman-nya setelah tidak diacuhkan oleh Sukjong. Ratu Jang : Baginda tidak pernah menggunakan ekspresi seperti itu sebelumnya padaku, ini pertama kalinya.

Jo Sang Gung minta Ratu jangan terlalu kecil hati, mungkin Sukjong lelah karena perjalanan-nya malam ini. Ratu Jang tidak berpikir seperti itu. Ada kejadian seperti ini sebelumnya tapi Sukjong tidak pernah tidak menghargainya dan berkata pasti ada sesuatu yang terjadi dalam perjalanan malam ini.

Cha Cheon Soo membantu Dong Yi menyiapkan tempat tidurnya. Dong Yi berkata ia yang akan melakukannya. Cha Cheon Soo : Diam saja dan biarkan aku yang menyiapkannya. Apa kau tahu kau kelihatan tidak sehat.

Dong Yi menyentuh wajahnya. Cha Cheon Soo : Kau mengabaikan kesehatanmu dan kau menunggu jatuh sakit ya, kau harus hati-hati dengan kesehatanmu. Apa kau mengerti?

Dong Yi berkata ia akan hati2 dan janji dia tidak akan membuat Cha Cheon Soo gelisah lagi. Cha Cheon Soo mencoba mengatakan sesuatu padanya tapi kemudian berkata bukan apa2 dan mengelus kepala Dong Yi, tidurlah. Lalu Cha Cheon soo keluar.

Dong Yi ingat kata2 Sukjong, Jangan pernah ...aku tidak berharap melalui penderitaan lagi tanpa dirimu ...kau harus memikirkan bagaimana perasaanku juga.

Cha Cheon Soo juga merenungkan kata-kata Sukjong itu dan ia menyimpulkan apa Sukjong benar2 memiliki perasaan khusus pada Dong Yi?

Sukjong memegang bukti yang bernoda darah dari Nae Su Sal, cek dari perusahaan dagang Im Sang Dang dan juga serangkaian bukti2. Sukjong memanggil Kasim Han dan minta Do Seong Ji menghadapnya. Kasim Han mengerti.

Ae Jung menemui Bong Sang Gung yang tanya bagaimana Jeong Sang Gung dan Jung Im? Ae Jung berkata jangan mencemaskan mereka lagi, keduanya pasti akan segera bebas. Ada yang lebih penting. Bong heran apa? Seo Yong Gi sudah kembali. Bong Sang Gung kaget sekali, Ae Jung menambahkan Seo Yong Gi datang tidak dengan tangan hampa, lalu Ae Jung berbisik pada Bong Sang Gung, yang terbelalak dan tanya apa itu benar?

Jang Hee Jae mendapat laporan kalau Seo Yong Gi sekarang adalah Pejabat Ui Jang di Uigyeombu (Ui Jang pejabat tingkat 2, Panggilan-nya Yeong Gam). Anak buah Jang Hee Jae berkata Baginda membuat surat perintah penunjukan pagi tadi. Jang Hee Jae mundur dan ketakutan.

Jang Hee Jae : Seo Yong Gi yang selama ini bersembunyi di belakang sekarang menyerang langsung di garis depan, apa yang terjadi...Jang Hee Jae ingat kata2 Ratu Jang, apa mungkin Sukjong sudah menemukan Dong Yi...Jang Hee Jae menyimpulkan, apa mungkin Sukjong benar2 menemukan Dong Yi ...

Sekarang ganti Uigyeombu yang diperiksa dan digeledah. Oh Yun datang dan marah, apa yang terjadi, mengapa pengawal Uigyeombu memeriksa Uigyeombu? Seo Yong Gi berkata ini karena dirinya.

Oh Yun dan anak buahnya terkejut melihat Seo Yong Gi apalagi melihat sekarang Seo Yong Gi dinaikkan pangkatnya dan membawa surat perintah Raja di tangannya. Seo Yong Gi memberikan surat perintah itu pada Oh Yun, Baginda memerintahkan untuk menyelidiki kembali insiden yang melibatkan Ratu Jang dan juga akan bertanya pada tersangka, sepertinya meja sudah berputar dan dunia akan segera berubah. Oh Yun shock.

Petugas Uigyeombu juga memeriksa Gyotaejeon, kediaman Ratu Jang. Mereka mencatat keterangan dari staf Gyotaejeon. Jo Sang Gung marah, ada apa ini, ini adalah Gyotaejeon atau Jung Jong jeon kediaman Ratu, bagaimana bisa petugas Uigyeombu melakukan penyelidikan di depan pintu Gyotaejeon.

Petugas Han Jang bu berkata kalau insiden Ratu Jang waktu lalu sedikit mencurigakan sehingga harus diperiksa kembali. Hwang Jung Gu berkata pada dayang Jo, bukan apa-apa, hanya itu insiden yang merugikan Ratu Jang, mereka hanya menyelidiki apakah ada yang luput dari pemeriksaan, lalu ia berkata dia merasa ada yang aneh di sini. Membuatnya merinding.

Jo sang Gung terkejut, dan berkata agar Hwang Jung Gu hati2 dengan perkataan-nya. Han Jang Bu minta anak buahnya melanjutkan pemeriksaan.

Ratu Jang marah2 di Gyotaejeon. Yeong Sun dan Jo Sang Gung masuk dan tanya apa yang harus mereka lakukan, bagaimana jika mereka mencurigai sesuatu dan menemukan kebenaran di belakang ini semua.

Ratu Jang : Tutup mulutmu! hati-hati dengan perkataan-mu.
Jo Sang Gung berkata tindakan petugas uigyeombu sedikit aneh, mereka tiba2 saja melakukan penyelidikan di Sedapbang (laundry), semua cucian dari Gyotaejeon diperiksa dan dijadikan bukti.

Ratu Jang heran, Sedapbang? Apa alasan mereka melakukannya? Jo Sang Gung juga bingung.

Seo Yong Gi menemui Dong yi di kamarnya. Seo yong Gi tanya mengenai kacang hijau, Dong Yi membenarkan, ketika mencuci baju2 dari Gyotaejeon ia menemukan jejas sisa2 kulit kacang hijau. Dong yi tidak bisa mengkonfirmasi tapi ia merasa kacang hijau dipakai sebagai obat penawar racun arsenik.

Jika benar, maka sepertinya Ratu Jang ingin menggunakan insiden ini untuk menyalahkan dan mencelakai Ratu Inhyeon. Sehingga mereka merencanakan strategi ini. Dong Yi berkata, mereka harus mengkonsumsi kacang hijau lebih dulu untuk menetralisir efek keracunan.

Seo Yong gi mengerti dan ia akan minta anak buahnya memeriksa ini. Suara Dong Yi terdengar lemah, Seo yong Gi berkata kau kelihatan tidak sehat. Dong Yi berkata ia baik2 saja dan jangan cemas. Seo Yong gi berkata ia sangat menyesal Dong Yi harus menderita selama ini sendirian. Seo yong gi : jangan cemas, mulai sekarang biarkan Sukjong dan aku yang mengurus semua ini.

Bong Sang gung dan Ae Jung jalan mengendap-endap dan menghindari anak buah RAtu Jang. Ternyata dia pergi mengunjungi Ratu Inhyeon. Ahn Sang gung dan Jung Geum sedang berkebun. Jung Geum memberi hormat dan Ahn Sang gung mengenali Bong sebagai Sang Gung biro penyelidik.

Ratu Inhyeon mendengar dari Bong sang gung kalau Sukjong akan menyelidiki kembali insiden itu. Ratu Inhyeon merasa lega. Bong Sang gung berkata kalau insiden Chimjamrye itu bisa dikatakan adalah strategi dari Ratu Jang sendiri untuk menyalahkan Ratu Inhyeon. Ini benar atau tidak mereka sudah punya buktinya. Ratu Inhyeon heran, bagaimana perkembangannya bisa sedemikian cepat, kemarin belum ada apa-apa.

Bong Sang gung berkata ini karena Dong yi. Ratu Inhyeon heran. Bong berkata kalau Dong Yi sudah kembali ke Doseong. Ratu Inhyeon : benarkah?? Dong Yi benar2 masih hidup? Bong Sang gung meyakinkan Ratu. Ratu Inhyeon sangat gembira.

Cha Cheon Soo patroli di sekitar kediaman pribadi. Tabib istana minta Perawat Istana untuk menyiapkan tonik obat. Cha Cheon Soo masuk dan tanya apa yang terjadi? Tabib istana berkata kalau ia sudah membaca nadi Dong yi dan kesehatannya tidak baik, jadi ia meresepkan obat. Cha Cheon Soo tanya seberapa serius kondisinya? Tabib istana hanya menghela nafas.

Cha Cheon Soo memanggil Dong yi dari luar tapi tidak ada jawaban, dia masuk dan menemukan Dong yi setengah sadar. Cha Cheon Soo mengangkatnya : Dong Yi!!
Dong Yi hanya mengigau dan Cha Cheon Soo terkejut, Dong yi panas sekali, Dong yi kapan kau demam?

Dong Yi : Orrabuni...jangan ..jangan lapor pada Yang Mulia tentang ini..dia akan cemas..kau tidak boleh pergi dan lapor pada Baginda masalah ini..pada Baginda..

Dong Yi lalu pingsan dan Cha Cheon Soo berteriak memanggil Tabib Istana.

Seo yong Gi menemui Menteri Jung in guk, Jeong Sang Gung dan Jung Im. Ia minta mereka bertahan sebentar lagi karena masalah ini akan diselidiki kembali. Jeong Sang gung berkata jangan cemaskan mereka, yang paling penting adalah kebenaran bisa segera terungkap.

Jung Im berkata Baginda sudah melihat bukti dari Dong yi dan masalah ini akan segera selesai. Jung in guk berkata tidak akan semudah itu, dia mengingatkan pihak Namin menguasai Dewan Menteri. Orang2 yang mendukung Sukjong tidak banyak atau hampir tidak ada. Jung in Guk berkata jika ia ada di luar,ia akan mengumpulkan dukungan dari pihak Seoin, tapi sekarang ia ada di tahanan. Ini membuatnya gila.

Partai Namin mengadakan rapat darurat. Oh TAe Pung menerima para tamu di kediaman Oh Tae Seok. Oh Yun berkata Sukjong sudah memerintah Seo yong Gi sebagai orang terdepan-nya. Bukan hanya insiden Chimjamrye, tapi insiden2 lain pasti akan diselidiki kembali. Oh Tae Seok berkata, ya benar, apa semua anggota Namin sudah berkumpul? Anak buah Oh Yun membenarkan.

Oh Tae Pung berkata ia tidak mengerti bagaimana Seo Yong gi bisa mendadak naik pangkat sebagai Ui Jang, jika terus2an seperti ini mereka akan mulai menyelidiki kembali penurunan Ratu Inhyeon.

Oh Tae Seok berkata itulah mengapa mereka tidak bisa diam saja, negara siapa ini sekarang, bukan negara milik Raja lagi tapi menjadi milik para sarjana tapi kemudian Sukjong tidak mempertimbangkan itu dan melakukan ini sendirian, ia sudah memutuskan tanpa berkonsultasi dan membuat masalah melawan partai Namin. Mereka jelas tidak bisa membiarkan ini.

Partai Namin sepakat, mereka akan melawan Sukjong.

Sukjong jalan ke Daejeon lalu Do Seong Ji memberi salam pada Sukjong. Sukjong tanya apa sudah menemukan sesuatu? Do Seong Ji mengiyakan, ia menyerahkan dokumen, sesuai dengan bukti yang diberikan Dong Yi sesuai dengan bukti yang dibawa oleh keluarga Tabib istana yang sudah dieksekusi.

Sukjong tanya apa Do Seong ji sudah menjamin keselamatan mereka? Do Seong Ji berkata Uigyeombu sudah mengirim penjaga untuk keselamatan mereka. Do Seong Ji menyatakan kecemasan-nya, bukti2 ini cukup untuk memeriksa insiden Ratu Inhyeon, dan karena Dewan Menteri dikuasai partai Namin, mereka tidak akan diam saja.

Sukjong berkata benar, dewan Menteri dikuasai partai Namin dan Namin membuat itu untuk menekan Sukjong. Sukjong merasa bagaimanapun, ia akan menggunakan kekuasaan ini untuk melawan mereka dengan kekuatan mereka sendiri. Do seong ji tanya apa maksud Sukjong?

Kasim Han masuk dan lapor ada berita dari kediaman pribadi Raja. Sukjong tanya ada apa? Kasim Han berkata Dong yi sakit. Sukjong terkejut.

Perawat istana membawa baki isi obat dan Dong yi berjuang dengan nafasnya. Tabib istana minta perawat merebus obat untuk demam. Cha Cheon Soo tanya apa ada perkembangan. Tabib istana berkata kondisi kesehatan Dong yi sangat rapuh, ia tidak bisa menjamin apa obatnya bisa membantunya. Tabib istana keluar dan Cha Cheon Soo memanggil2 Dong Yi.

Sukjong masuk dan Cha Cheon Soo memberi hormat, Sukjong duduk dekat Dong yi dan tanya bagaimana ini bisa terjadi pada Cha Cheon Soo. Bagaimana ia bisa sakit dan kelihatannya parah sekali.

Cha Cheon Soo berkata terjadinya 4 jam yang lalu. Sukjong terkejut, lalu mengapa baru lapor sekarang? Cha Cheon Soo minta maaf tapi itu permintaan Dong Yi, ia minta agar Cha Cheon Soo tidak lapor pada Sukjong kalau ia sakit, itu akan membuat cemas Baginda. Sukjong pusing dan ia menggenggam tangan Dong Yi dan memanggil namanya.

Sukjong tanya pada Tabib istana tentang keadaan Dong Yi. Apa ada pengobatan untuk sakit Dong yi. Tabib istana berkata bahwa kondisi kesehatan dan juga luka pasien sangat serius dan mereka tidak bisa menggunakan obat2 yang kuat melihat kondisinya. Mereka harus mempertahankan pernafasannya tapi rempah obatnya susah diperoleh saat ini.

Sukjong tanya seberapa sulit mendapatkannya? Tabib berkata untuk mempertahankan pernafasan, ia perlu ginseng merah, tapi ginseng itu didapat dari impor dari Qing dan tidak ada di Doseong. Sukjong tanya, maksudmu ginseng merah? Apa itu ada di obat harian untukku?

Tabib istana membenarkan, Kalau begitu mudah kan kata Sukjong, Tabib istana bisa menggunakan ginseng merah dari jatah obat harian-nya dan memberikannya pada Dong Yi untuk menyembuhkannya.

Tabib istana kaget sekali, tapi ginseng merah itu untuk kesehatan Sukjong dan akan digunakan jika Sukjong dalam bahaya. Sukjong berkata ia memerintah tabib istana untuk menyelamatkan Dong Yi dan bukan dirinya! Yang mendesak bagiku sekarang adalah menyelamatkan Dong yi, bagaimanapun itu. Apa kau sudah jelas? Sukjong memerintah Tabib Istana mengeluarkan ginseng merah itu. Tabib istana menurutinya.

Sukjong menggenggam tangan Dong Yi, nafasnya pendek-pendek. Sukjong memohon agar Dong yi segera membuka matanya dan bangun, bukankah aku sudah minta agar kau tidak membiarkanku sendirian melalui hari2 ini. Sukjong : Kau menggunakan nyawamu untuk menjaga bukti2 itu, aku tidak akan mengijinkan-mu mengorbankan nyawamu dan juga usahamu, buka matamu, kumohon buka matamu...

Ny. Park dengar mereka gagal menahan Dong yi? Oh Ho Yang membenarkan, betapa sulitnya dia menemukan Dong yi lalu mereka merusak kesempatan emas dan kehilangan kesempatan untuk melakukannya. Oh Tae Pung berkata ini karena Jang Hee Jae yang payah.

Oh ho yang setuju, Jang hee Jae hanya bisa membual, tapi kalau sudah mengenalnya, dia bukan apa-apa. Oh Ho Yang berkata apa Hwang ju Shik dan Yeong dal tahu sesuatu, dia akan cari tahu.

Hwang Ju Shik dan Yeong Dal merasa tegang terus karena mereka selalu diikuti orang. Keduanya mengeluh sampai kapan akan seperti ini, Hwang Ju Shik berkata mereka harus bertahan sampai mati jika perlu.

Seo Yong Gi menghadap Sukjong dan berkata ia dengar Dong Yi sakit parah. Bagaimana kondisinya? Sukjong berkata kondisinya dalam bahaya. Sukjong berkata dia sudah menahan semua penderitaan dan juga kesusahan untuk menjaga bukti2 itu, makanya dia mengabaikan kesehatannya sendiri demi menemukan kebenaran apapun harganya.

Sukjong bersumpah tidak peduli bagaimanapun, kebenaran harus diungkapkan untuk membalas penderitaan yang dialami Dong Yi. Bagaimana sekarang perkembangannya?

Seo Yong gi berkata mereka hampir selesai, sekarang tinggal menunggu pengakuan mereka atas semua kejahatan mereka.

Pejabat Nae Su Sal, Jeon Su memberi salam pada Inspektur dari biro sekretariat yang memeriksa perkembangan pembangunan perpustakaan Nae Su Sal yang terbakar waktu itu. Pejabat Jeon Su berkata semua sudah siap untuk diaudit.

Kasim datang dan berkata mereka menemukan sesuatu. Kasim itu berkata ketika meletakkan fondasi, mereka menemukan jurnal Nae Su Sal. Inspektur dari biro sekretariat heran dan melihatnya. Petugas Jeon Su kaget sekali, bagaimana jurnal itu bisa ada di fondasi bangunan? Inspektur dari Biro Sekretariat minta buku2 itu diambil dan ia memeriksa isinya.

Ny. Yoon gelisah menunggu Jang Hee jae. Ketika anaknya datang, Ny. Yoon berkata mengapa lama sekali, ada apa? tanya Jang Hee Jae. Ada orang yang mencarimu. Ternyata Pejabat Jeon Su.

Pejabat Jeon Su berkata buku harian Nae Su Sal yang dikira sudah terbakar itu ditemukan. Seseorang pasti menyembunyikan buku harian itu sebelum mereka menyalakan apinya. Siapa dia? Jang Hee Jae sadar itu mungkin saja Dong Yi.

Jeon Su berkata ketika api dinyalakan, Dong Yi terlihat lari dari perpustakaan.

Ratu Jang mendapat laporan kalau bukti yang dicatat dalam buku harian Nae Su Sal ditemukan. Jang Hee Jae berkata Dong yi itu benar2 licik, ia sudah bisa memperkirakan kemungkinan ini dan ia menyembunyikan buku harian itu. Ratu Jang ternganga.

Jang Hee jae berkata apa yang harus mereka lakukan sekarang, dia harus bisa mendapatkan bukti2 itu. Ratu Jang tanya, bagaimana kau akan melakukannya? Jurnal harian itu sekarang ada di tangan Inspektur biro sekretariat besok mereka akan memindahkannya ke kantornya. Jang Hee Jae berkata bagaimanapun caranya, dia akan mengambil jurnal itu.

Ratu Jang jalan-jalan dan ia terlihat tertekan. Dayang istana Jo prihatin melihat Ratu. Ratu Jang menoleh dan tanya apa ada berita dari Daejeon? Apa Sukjong terlihat mencurigakan? Jo Sang Gung menggeleng. Ratu Jang menghela nafas.

Jang Hee Jae tanya apa pejabat Jeon Su bisa melakukannya? Pejabat Jeon Su diam. Jang Hee Jae, bicaralah. Jeon Su berkata ia akan mencobanya. Jang hee Jae menekankan, ini mempertaruhkan nyawa mereka dan juga semua nyawa partai mereka. Jeon Su berkata ia akan melakukannya sebaik mungkin. Mereka akan mendapatkan jurnal harian itu.

Yeong Sun datang dan lapor pada dayang Jo ada yang aneh di Daejeon. Jo Sang Gung tanya apa maksudmu aneh, Yeong Sun berkata ini mengenai alokasi obat untuk Baginda.

Ratu Jang heran, dua hari terakhir ini, Sukjong tidak meminum toniknya? Jo Sang gung berkata itu adalah tonik obat yang biasa diminum Raja untuk menjaga kesehatan setiap hari. Jo Sang Gung tidak tahu apa alasannya Baginda berhenti minum toniknya, meskipun rempah2 obatnya diresepkan dan dikeluarkan dari farmasi istana, tapi tidak dikirim ke Daejeon.

Ratu Jang : Bagaimana ini bisa terjadi? Lalu kemana rempah obat itu dikirim?

Jo Sang Gung membawa perawat istana menemui Ratu Jang. Ratu Jang minta Jo Sang gung keluar. Perawat itu terlihat gugup. Ratu Jang berkata katakan yang sebenarnya, atau kau tidak akan meninggalkan istana hidup-hidup.

Ratu Jang : Mengapa Sukjong tidak minum tonik obatnya? Lalu kemana rempah obatnya dikirim?

Perawat istana : Ampuni saya Yang Mulia.
Ratu Jang : Jika tidak mengatakan yang sebenarnya, kau tidak akan kubiarkan hidup. Kemana resep obat yang untuk Baginda itu dikirim? Bicara!
Perawat : Ke kediaman pribadi Baginda.

Ratu Jang kaget sekali, Sukjong memerintahkan untuk mengirim ke kediaman pribadinya? Ratu Jang merenung dan heran siapa penerima obatnya lalu ia menyadarinya, apa mungkin Dong Yi??

Pejabat Jeon Su dan pembunuh masuk ke perpustakaan Nae Su Sal dan melumpuhkan penjaga. Pejabat Jeon Su memerintah agar pintu dibuka, mereka masuk dengan kunci dari mayat penjaga, mereka mencari jurnal harian itu dan mencari diantara rak.

Jang Hee Jae mondar mandir gelisah, ini sudah larut, mengapa masih belum ada berita? Ini tidak bisa begini, lalu minta anak buahnya pergi cari beberapa orang, aku sendiri akan pergi ke perpustakaan Nae Su Sal.

Pejabat Jeon Su dan pembunuh masih mencari jurnal harian itu. Salah satu dari mereka berkata dia sudah menemukan jurnalnya. Jeon Su memeriksanya dan mengiyakan, lalu mereka meninggalkan perpustakaan. Pejabat Jeon Su minta pembunuh itu membereskan lokasi, ia yang akan mengurus jurnal ini.

Seo yong Gi muncul dan berkata : tidak perlu! Seo Yong gi mendekati pejabat Jeon Su. Anak buah Jeon Su menghunus pedang ke arah Seo Yong Gi.

Seo Yong Gi berkata bagaimanapun, jurnal itu adalah palsu. Jeon Su kaget sekali. Seo Yong Gi : Bukankah kau pejabat Nae Su Sal, Jeon Su? Pejabat Jeon Su mengenali Seo Yong gi dan melihat kalau ia sendirian.

Jeon Su memerintah pembunuh2 untuk membunuh Seo Yong Gi segera, lalu tiba2 sepasukan prajurit istana mengepung perpustakaan Nae Su Sal dan mengarahkan senjata mereka kepada Jeon Su dan pembunuh2 itu.

Seo Yong Gi : Saat ini sebaiknya kau menyerah. Buktinya sudah ditemukan, sekarang ada di tangan Baginda. Tangkap dia!

Pejabat Jeon Su ditangkap.

Jang hee Jae berbaris menuju perpustakaan Nae Su Sal. Tiba2 ia dikepung. Ada apa ini? Jang Hee Jae gusar. Cha Cheon Soo muncul, ia minta maaf tapi Jang Hee Jae harus ikut dengannya. Cha Cheon Soo mendekati Jang hee Jae (pasti pingin mencincang Jang hee jae ya..atau pengen mencelupkan jempol Jang hee Jae ke kolam piranha? biar dimakan dikit2, pilih aja) Jang Hee jae terkejut melihat Cha Cheon Soo.

Jang Hee Jae : Apa maksudnya ini, mengapa kau ada disini?

Cha Cheon Soo : Apa kau lupa apa yang pernah kukatakan padamu? Aku akan dan harus membawa adik-ku kembali hidup2 dan membawanya untuk menemuimu?

Jang Hee Jae bagai disambar petir.

Ratu Jang menebak itu Dong Yi..Sukjong sudah tahu yang sebenarnya dan orang yang tinggal di kediaman pribadi Sukjong bukan lain adalah Dong Yi...

Dong Yi bernafas pendek-pendek. Sukjong tiba di kediamannya dan tanya tabib istana bagaimana Dong yi, apa ia sudah sadar?

Tabib istana menyesal, tapi Dong Yi belum menunjukkan tanda2 pemulihan. Sukjong hanya duduk di kursinya lalu berseru : Dong Yi!

Tiba2 di kediaman Raja, Dong yi seperti kena sengatan listrik, dan ia bernafas dengan dalam lalu menghembuskan nafas kuat2 dan jarinya mulai bergerak. Perlahan Dong yi mulai sadar dan ia melihat sekeliling-nya dan sinar lilin di dekatnya, lalu dengan perlahan memanggil : Chon Na...

Dong Yi 28

Kamis, 01 Juli 2010

Picture of the Month - June

Aku lupa kalau bulan Juni cuma sampai tanggal 30, so picture of the month-nya
mundur sehari. Ok without further a do here my picture of the month :


"All for the World Cup, the World Cup for All"

image courtesy of : unseen.sport.blogspot.com

For a moment the world forget about war. People all around the world are focused on one thing : The World Cup.

They don't care about races, differences, and just enjoy the time and have fun, isn't that great? People with different languages can shake hands, singing, laughing, hugging, and even crying together in a same time.

Peace and Harmony to the people all around the world.